ATRAKTIF: Seni Barong ditampilkan menyambut Ramadan di lapangan KONI cukup meriah dan membuat masyarakat terhibur. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DONGKRAK PENJUALAN: Pameran springbed dan furniture dan Mal Paragon, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DONGKRAK PENJUALAN: Pameran springbed dan furniture dan Mal Paragon, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Penjualan springbed di triwulan tiga mengalami penurunan hingga 20 persen dibanding triwulan sebelumnya. Pameran dan beberapa program digelar guna mendongkrak penjualan.

“Triwulan pertama dan kedua masih cukup stabil, penurunan penjualan baru mulai cukup terasa pada triwulan tiga, mencapai 20 persen,” ujar pemilik Rumah Kita Spring Bed dan Furniture, Jimmy Jati Utomo di sela pembukaan pameran di Mal Paragon, kemarin (7/10).

Penurun tersebut terjadi pada springbed kelas menengah ke bawah dengan kisaran harga antara Rp1,5juta – Rp5juta. Sedangkan untuk kelas premium, tidak terjadi perubahan yang terlalu besar, angka penjualan masih di sekitar triwulan sebelumnya. “Pasar kita yang terbesar memang kelas menengah ke bawah, mencapai hingga 75 persen. Pasar ini yang mengalami penurunan. Kalau premium memiliki pasar tersendiri dan tidak terpengaruh,” ujar Jimmy.