KRAPYAK – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada Tri Purnomo, 31, warga Tlogomulyo, Pedurungan. Terdakwa adalah pelaku pembunuhan terhadap Suparti, juragan toko bangunan di Jalan Majapahit, Pedurungan, Semarang.

Majelis hakim menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian disertai kekerasan yang menyebabkan Suparti tewas. Terhadap putusan tersebut, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang langsung menerimanya.

”Terdakwa Tri Purnomo telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa selama 10 tahun penjara,” kata majelis hakim yang dipimpin Budi Susanto dalam amar putusannya, kemarin.

Atas putusan tersebut, JPU dari Kejari Semarang dan penasihat hukum terdakwa langsung menyatakan menerima. Namun demikian, kuasa hukum terdakwa, Nugroho Budiantoro, mengaku putusan tersebut terlalu tinggi.

”Kalau menurut kami, putusan itu terlalu tinggi, karena klien kami tidak sengaja melakukan pembunuhan itu. Dia tidak berniat membunuh, hanya ingin menguasai harta benda korban. Namun karena saat itu korban melawan, ia tidak sengaja melukai korban dan mengakibatkan korban meninggal. Tapi kami tetap menerima putusan hakim,” kata Nugroho kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (7/10).

Seperti diketahui, kasus pembunuhan terhadap Suparti terjadi pada April 2015 lalu. Suparti ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka sayat di leher kanan sepanjang 6 cm. Selain itu, terdapat luka cakar di bagian perut korban sebanyak delapan titik.

Setelah penyelidikan, petugas kepolisian berhasil menangkap pelaku pembunuhan Suparti. Pelaku tidak lain adalah Tri Purnomo, seorang buruh kuli pasir yang biasa mangkal di depan toko bangunan milik Suparti.