Hidup Mandiri dari Make up

470
LOLOS ADMINISTRATIF : Pasangan Sudjaka Martana alias Anton dan Fauzi Umar Lahji di kantor KPU Kota Pekalongan, Selasa (16/6) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(DOKUMEN PRIBADI)
(DOKUMEN PRIBADI)

ULFI Nihayatuzzahro Ardiani Yasinta cukup dikenal di dunia tata rias Kota Semarang, khususnya para mahasiswa yang membutuhkan jasanya saat wisuda. Setiap musim wisuda, ia mampu merias 50 orang dalam satu minggu.

”Alhamdullilah apa-apa bisa beli sendiri, uang SPP kuliah, uang pondok, beli ini itu makai uang hasil rias,” ungkap putri dari Kepala SMA Negeri 1 Kudus, KH Drs Shodiqun ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ulfi –panggilan akrabnya— memulai mengerti make-up sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sebab, ibunya, Hj Arnajun, dulunya memang seorang perias pengantin di daerah Kudus.

”Dari SD kan emang suka nyanyi, jadi setiap nyanyi pasti dandan dulu. Pas udah kelas 5 SD bantuin ibu buat ngerias pengapit manten, dibayar Rp 50 ribu pula, kan pas masih kecil udah seneng banget akunya,” kata gadis 20 tahun asal Kudus ini.