LESU: Andi Sahara saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LESU: Andi Sahara saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Andi Sahara Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Dosen Politeknik Perhubungan Kota Tegal didakwa korupsi bersama Direktur PT Galih Medan Persada (PT GMP) Supandi, terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pekerjaan lanjutan asrama dan kelas tahap II pada Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kementerian Perhubungan Kota Tegal tahun 2013, dengan kerugian negara sebesar Rp 4,3 miliar. Dakwaan tersebut dibacakan JPU Sri Heryono di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin.

Akibat perbuatan tersebut, JPU menjerat terdakwa dengan Pasal 2 ayat 1 atau jo Pasal 18 UU No 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 3 undang-undang yang sama.

Dalam dakwaannya, Sri Heryono menyebutkan kerugian keuangan negara tersebut berasal dari temuan ahli yang dihitung dari Universitas Negeri Semarang (Unnes). Dalam pemeriksaannya ahli Unnes menemukan banyak pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan kontrak.