6 Jalan Protokol Akan Jadi Searah

149

SEMARANG – Wacana mengubah jalan dua arah menjadi jalan searah kembali mengemuka. Kali ini, sebanyak enam jalan protokol di Kota Semarang yang sebelumnya dua arah akan diubah menjadi satu arah. Hal itu dilakukan untuk memecah kepadatan arus lalu lintas jalan tersebut guna mengurangi kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Agus Harmunanto, mengaku tengah melakukan kajian pada enam jalan protokol yang sekarang masih dua arah untuk diubah menjadi searah. Menurutnya, perubahan menjadi jalur searah itu dilakukan sebagai bentuk rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.

”Ya, sekarang masih dalam tahap pengkajian. Rencananya, ada enam jalan yang sekarang jalur dua arah akan diubah menjadi jalur searah. Di antaranya, Jalan Pemuda, Imam Bonjol, Gajah Mada, MH Thamrin, Pandanaran, dan Jalan Kiai Saleh yang memang disiapkan masing-masing satu paket,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (7/10) kemarin.

Menurutnya, pengubahan jalur dua arah menjadi searah tersebut dilakukan dengan alasan kapasitas jalan sudah tidak mungkin dilebarkan secara optimal. Karena sudah banyak permukiman di kanan kiri jalan. Sehingga salah satu langkah terbaik adalah dengan rekayasa lalu lintas, yakni melakukan pengubahan jalur menjadi searah.

”Selama jalan bersifat satu arah tidak akan mandek dan terus mengalir meski masih ada kemungkinan tersendat. Beda jika jalur dua arah, lebih banyak potensi macetnya. Kalau mau mengubah jalan dua arah menjadi satu arah kan harus ada pasangannya dulu. Misalnya, Jalan Pemuda dengan Jalan Imam Bonjol, Jalan Gajah Mada dengan Jalan MH Thamrin. Tidak bisa satu-satu,” jelasnya.

Diakuinya, kebijakan mengubah jalur menjadi searah itu harus diikuti dengan berbagai penyesuaian, seperti rute angkutan kota dan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang secara otomatis harus menyesuaikan kebijakan jalur searah tersebut. Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi terkait rencana tersebut dengan harapan Kota Semarang akan lebih rapi dan arus lalu lintas jalan tetap lancar.

”Sosialisasi pasti harus dilakukan kepada masyarakat. Begitu juga kepada pengelola perkantoran atau pemilik toko. Mungkin ada kekhawatiran tokonya jadi sepi atau bagaimana setelah jalan diubah menjadi satu arah,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono, mengaku, sangat mengapresiasi terhadap langkah pemkot dalam mengambil kebijakan pembuatan arus lalu lintas serah di jalan-jalan protokol. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan mengingat kondisi arus lalu lintas jalan di Kota Semarang sudah mengalami kemacetan.

”Pada prinsipnya kami mendorong kepada pemkot. Ini memang harus dilakukan, karena arus lalu lintas Kota Semarang sudah mengalami kemacetan, terutama jalan-jalan protokol. Harapan kami nantinya bisa segera direalisasikan,” ujarnya. (mha/aro/ce1)