DOK. PRIBADI
BLUSUKAN: Pasangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti-Moh Hilmi (Paslon Wali) menyerap saran dari salah satu pedagang di Pasar Cepiring, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
BLUSUKAN: Pasangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti-Moh Hilmi (Paslon Wali) menyerap saran dari salah satu pedagang di Pasar Cepiring, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Perbaikan sejumlah pasar tradisonal yang ada di Kabupaten Kendal menjadi perhatian utama pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti-Moh Hilmi (Paslon Wali). Saat blusukan di beberapa pasar tradisonal seperti Pasar Gladak, Pasar Kaliwungu, Pasar Pegandon, Pasar Weleri dan Pasar Cepiring, pasangan nomor urut satu ini mendapatkan masukan dari para pedagang. Jika memenangkan Pilkada Kendal 9 Desember mendatang, agar bisa memperbaiki sarana dan prasarana pasar tradisional.

Salah satu pedagang di Pasar Pegandon, Misripah mengatakan jika kondisi Pasar Pegandon terbilang sangat semprawut, kumuh dan bocor saat musim hujan tiba. Sehingga membuat tidak nyaman konsumen ketika bertransaksi di dalam pasar. ”Kondisinya sangat nyaman, tapi kalau hujan tiba pasti banjir sehingga nampak kumuh,” katanya kepada Widya.

Hal yang sama juga dirasakan pedagang di Pasar Cepiring yang mengeluhkan penataan, dan perlunya perbaikan di beberapa bagian pasar. Jika hujan tiba, pasar yang tepat berada di Jalan Pantura Kendal ini tak jarang kebanjiran dan menyulitkan pedagang untuk dapat berjualan dengan nyaman. ”Kondisi pasar ini cukup memprihatinkan dan perlu beberapa pembenahan misalnya atapnya masih bocor, sehingga kalau musim hujan sering kebanjiran. Selokannya juga mampet, jadi kalau kebanjiran surutnya pasti lama,” keluhnya.