Dijelaskan, jika pejabat melakukan sudah korupsi, hal itu menurutnya sudah umum dan memang harus diperangi bersama karena ada hukumnya. Tapi untuk memimpin Kendal menurutnya tidak hanya pemimpin jujur dan bersih, tapi juga harus terjaga dan terukur akhlak dan moralnya. ”Jika pemimpin tidak punya akhlak maka harus dihindari. Seorang pemimpin harus memiliki akhlak yang baik karena dia yang menjadi panutan seluruh masyarakat Kendal,” paparnya.

Dikatakan, dirinya sangat sepakat dan mendukung visi-misi cabup Mirna yang mengusung revolusi akhlak untuk mewujudkaan generasi emas yang berakhlakul karimah. ”Memang butuh namanya revolusi akhlak,” imbbuhnya.

Hal senada dikatakan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KH Danial Royan. Ia menambahkan secara organisasi NU Kendal memang tidak memihak. Tapi, NU melalui FKUK mendelegasikan kepada warga NU yang seluruh pelosok Kendal yang jumlahnya mencapai 700 ribu lebih untuk memilih cabup baru dalam Pilkada Kendal 2015 ini.

Sementara Mirna, mengatakan jika dirinya maju sebagai calon bupati bukan semata-mata ingin mendapatkan kekuasaan, tapi ingin mengabdikan diri kepada masyarakat. Selain itu pihaknya juga siap melakukan revolusi akhlak sehingga nantinya akan lahir generasi emas yang memiliki akhlakul karimah. (bud/zal/ce1)