SEMARANG- Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kini mulai melek teknologi. Mereka menyadari pentingnya pemanfaatan website untuk pengembangan usaha.

Hal tersebut dikatakan Natalia Sari Pujiastuti, salah seorang pendamping UMKM dari Dinas Koperasi Kota Semarang. Menurutnya, pergeseran perilaku belanja masyarakat yang mulai menyukai belanja secara elektronik lantaran lebih praktis, mudah, dan efisien, menjadi salah satu alasan UMKM harus menguasai internet. “Pada tahap awal, kebanyakan dari mereka memulai bisnis online melalui situs jejaring sosial facebook dan twitter. Selanjutnya, berkembang hingga membuat blog dan website,” ungkapnya, kemarin.

Selain promosi lewat jejaring sosial, lanjutnya, kini pelaku UMKM pun mulai berlomba-lomba memasarkan produk melalui pasar e-commere, seperti bukalapak.com, tokopedia, olx dan lain sebagainya. Kuliner dan barang-barang fashion, merupakan produk yang paling banyak diserbu netizen atau pengguna internet. “Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi pelaku UMKM agar bisa berkembang memasarkan produk di pasar online, seperti penerapan jam kerja dan juga kehati-hatian dalam memberikan pelayanan,” jelasnya.

Ditambahkan, baik dan buruknya pelayanan akan cepat tersebar, sehingga mempengaruhi kemajuan bisnis. Selain itu, bisnis online jangan menerapkan jam kerja, karena trafiknya justru tinggi saat di luar jam kerja, seperti malam hari atau hari libur. “Kami telah membuktikan hal itu. Bisnis aneka kerajinan tangan seperti tas, sepatu, dompet bernuansa batik yang telah saya rintis sejak tahun 2011 berhasil berkat online. Bahkan 80 persen penjualan berasal dari internet,” imbuhnya. (aln/JPG/smu)