TNI Tak Boleh Menyakiti Hati Rakyat

Dimeriahkan Teaterikal Perjuangan

900
DISIAPKAN: Dua center bek muda Anhar Latif (16) dan M. Tegar Pribadi (3) disiapkan untuk turun sebagai starter di laga kandang melawan PSIR Rembang, Minggu (7/6) besok. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
HUT TNI : Kemeriahan peringatan ke-70 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan HUT ke-65 Kodam IV Diponegoro, diselenggarakan di Alun Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Senin (5/10) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HUT TNI : Kemeriahan peringatan ke-70 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan HUT ke-65 Kodam IV Diponegoro, diselenggarakan di Alun Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Senin (5/10) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus mengingat kembali jatidirinya sebagai sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional. Pasalnya, sejarah mencatat bahwa TNI dilahirkan dari rahim rakyat. Bahkan, Panglima Besar TNI, Jenderal Soedirman menyatakan bahwa hubungan TNI dan rakyat adalah ibarat ikan dan air. Ikan tidak akan hidup tanpa air. Rakyatlah yang mengandung, merawat, dan membesarkan TNI.

Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Pekalongan, Amat Antono dalam peringatan Hari TNI ke-70 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kodam IV Diponegoro ke-65 yang dilaksanakan di Alun Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Senin (5/10) kemarin. Acara yang diikuti ribuan anggota TNI, Polri, Ormas serta masyarakat tersebut, tidak hanya dihadiri oleh Komandan Kodim (Dandim) 0710 Pekalongan, Letkol Inf Riza Anom Putranto dan Muspika Kabupaten Pekalongan, tapi juga dihadiri oleh Pj Wali Kota Pekalongan, Prijo Anggoro; Ketua DPRD Kota Pekalongan, Bilqis Diab; Kapolresta Pekalongan AKBP Lutfie Sulistiawan; dan Kajari Kota Pekalongan, Pindokartikani.