Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Dwi Arie Putranto, berharap masyarakat dalam Pilkada kali ini tidak hanya memantau saat pencoblosan, tapi juga turut memantau selama penyelenggaraannya. “Tidak hanya penyelewengan, tapi juga pada penyelenggara dan tim sukses masing-masing calon,” ucapnya.

Namun, imbuhnya, pengawasan Pilkada akan percuma, jika ada politik transaksional di dalam masyarakat itu sendiri. “Saya tahu sendiri tingkat partisipasi masyarakat disini sesuai amplop. Walaupun saya tidak melihat langsung surveinya. Tapi saya sudah mendapatkan informasi tersebut,” serunya.

Kendati begitu, imbuhnya, masyarakat masih cukup fair. Walaupun menerima amplop, belum tentu memilih pasangan calon yang memberi amplop. Jadi hal tersebut, perlu menjadi pengingat bagi pasangan calon, jika ingin menggunakan politik uang dalam Pilkada tahun 2015 ini. “Kalau ingin Pilkada, ingin terus berintegritas, jangan menggunakan money politics, tapi bersikaplah secara jujur pada semua,” tandasnya. (han/ida)