Pamor Akik Belum Turun

361
DIGELANDANG : Sembilan pengedar dan pengguna narkoba digelandang petugas saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (4/6) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAMAI :  Suasana pameran Batu Nusantara bertajuk Watu Kinasih sangat ramai dan dipadati oleh pengunjung. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAMAI : Suasana pameran Batu Nusantara bertajuk Watu Kinasih sangat ramai dan dipadati oleh pengunjung. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Pameran Batu Nusantara bertajuk Watu Kinasih di GOR Bahurekso Kamis hingga Minggu ((1-4/10), ternyata masih diminati masyarakat. Buktinya antusiasme masyarakat sekaligus pencinta akik masih belum pudar, bahkan omset para pedagang rata-rata mencapai Rp 2 juta per hari.

Sekretaris Panitia Pameran, Agus Teguh Imanto mengatakan, jumlah peserta yang ikut mencapai 48 peserta dengan pendapatan setiap peserta mencapai Rp 2 juta setiap hari. “ Total transaksi mencapai Rp 384 juta, angka ini cukup tinggi dan bisa dibilang jika pamor akik belum turun dan masih banyak peminatnya,”katanya usai penutupan pameran.

Selain itu kegiatan pameran yang diprakarsasi Komunitas akik Kendal dan Pemkab Kendal juga sebagai sarana untuk mengenalkan lokal Kendal yakni Badar Besi Kinasih yang kini sangat diminati masyarakat luas. Meski begitu, tercatat dalam pemeran batu jenis Fire Oval bernama Red Fanta, berhasil dijual dengan nilai Rp 7,5 juta. “Rekor penjualan tertinggi batu jenis Fire Oval laku Rp7,5 juta,” tuturnya.