ULANG TAHUN : Direktur Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz, General Manager Riyadi dan Pimred Radar Semarang Arif Riyanto bersama perwakilan anak yatim piatu dan Hotel Dafam Pekalongan berfoto bersama pada acara acara HUT Jawa Pos Radar Semarang Metro Pekalongan ke-1. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
KREATIF: Transformer dari barang bekas yang dibuat untuk Pameran. (Dinar sasongko/jawa pos radar semarang)
KREATIF: Transformer dari barang bekas yang dibuat untuk Pameran. (Dinar sasongko/jawa pos radar semarang)

SALATIGA – Suasana selasar Kartini, kemarin mendadak riuh. Anak – anak SD di kagetkan dengan kedatangan Optimus Prime (OP), robot yang berada di film transformer. Robot ini merupakan replika yang dibuat dari barang bekas oleh empat pemuda.

Puluhan masyarakat bergantian datang untuk melihat dari dekat dan banyak yang meminfa foto bersama robot itu Replika dengan tinggi sekitar tiga meter itu, tampak indah dan kokoh. Replika dibuat dengan pedang ditangan kiri dan kedua tangannya bisa bergerak meski tidak bisa berjalan. Setelah didekati, didalam replika tersebut ternyata ada pemuda yang menggerakkan tangannya. “Replika ini buatan kami berempat,” terang Didik Prasetyo. Tiga teman lainnya adalah Khamim; Ucok dan Sholikun.

Replika ini terdiri dari empat bagian yang bisa dipisahkan, yakni kaki, badan, kepala dan tangan. Ini untuk memudahkan pemasangan saat orang masuk kedalam replika dan bisa menggerakkan tangannya. Pembuatan robot ini didasari oleh banyaknya barang bekas di rumahnya. Mulai dari papan bekas, tutup lampu, sendok nasi, tutup botol, hingga helm bekas. “Karena banyak barang bekas, akhirnya kami ngobrol daan sepakat membuat robot ini. Satu bulan jadi dan membutuhkan biaya sekitar Rp 600 ribu,” jelas Didik.

Ia mengaku jika robot bisa mengakomodasi semua barang bekas yang ada. Harapannya ia dan tiga temannya bisa membuat 5 – 10 replika robot lagi. Jika itu tercapai, mereka akan membuat sebuah pameran yang pastinya bakal disukai oleh masyarakat utamanya anak- anak. “Yang jelas nantinya diupayakan agar dibuat replika robot yang bisa berjalan. Karena jika bisa berjalan akan lebih menarik masyarakat. Doakan saja semoga dapat donatur,” ujar Didik sambil tertawa. (dinar.sasongko/fth)