BENCANA TAHUNAN: Sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip saat berdemo di depan kantor Gubernur kemarin. Mereka mengenakan masker dan membentangkan spanduk sebagai wujud protes atas ketidakmampuan pemerintah mengatasi bencana kabut asap. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BENCANA TAHUNAN: Sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip saat berdemo di depan kantor Gubernur kemarin. Mereka mengenakan masker dan membentangkan spanduk sebagai wujud protes atas ketidakmampuan pemerintah mengatasi bencana kabut asap. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Bencana kabut asap akibat pembakaran lahan hutan di Sumatera dan Kalimantan yang tak kunjung usai membuat banyak pihak geram. Sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip dan organisasi daerah dari Sumatera dan Kalimantan Senin (5/10) melakukan demo di kantor Gubernur Jateng. Mereka menuntut pemprov ikut mendesak pemerintah pusat menyelesaikan kasus ini.

”Kami tahu Gubernur Jateng (Ganjar Pranowo) sangat dekat dengan Presiden Jokowi. Begitu juga Ketua DPRD Jateng (Rukma Setyabudi). Saatnya Indonesia memanggil untuk melawan asap,” ujar kordinator aksi Devin Sitompul.

Ia menjelaskan, sebagian besar mahasiswa yang mengikuti aksi adalah anak perantauan yang memiliki keluarga sebagai korban. Mereka terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) lantaran secara langsung menghirup udara yang tidak sehat. Bahkan di Pekanbaru dan Jambi telah ada korban yang meninggal dunia. ”Setiap tahun selalu ada kebakaran. Pada tahun ini menjadi yang terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya karena indeks pencemaran udara mencapai level berbahaya yaitu di atas 300,” imbuhnya.