Keluarga Jadi Korban, Mahasiswa Demo

Desak Pemerintah Atasi Kabut Asap

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

BENCANA TAHUNAN: Sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip saat berdemo di depan kantor Gubernur kemarin. Mereka mengenakan masker dan membentangkan spanduk sebagai wujud protes atas ketidakmampuan pemerintah mengatasi bencana kabut asap. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BENCANA TAHUNAN: Sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip saat berdemo di depan kantor Gubernur kemarin. Mereka mengenakan masker dan membentangkan spanduk sebagai wujud protes atas ketidakmampuan pemerintah mengatasi bencana kabut asap. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Bencana kabut asap akibat pembakaran lahan hutan di Sumatera dan Kalimantan yang tak kunjung usai membuat banyak pihak geram. Sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip dan organisasi daerah dari Sumatera dan Kalimantan Senin (5/10) melakukan demo di kantor Gubernur Jateng. Mereka menuntut pemprov ikut mendesak pemerintah pusat menyelesaikan kasus ini.

”Kami tahu Gubernur Jateng (Ganjar Pranowo) sangat dekat dengan Presiden Jokowi. Begitu juga Ketua DPRD Jateng (Rukma Setyabudi). Saatnya Indonesia memanggil untuk melawan asap,” ujar kordinator aksi Devin Sitompul.

Ia menjelaskan, sebagian besar mahasiswa yang mengikuti aksi adalah anak perantauan yang memiliki keluarga sebagai korban. Mereka terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) lantaran secara langsung menghirup udara yang tidak sehat. Bahkan di Pekanbaru dan Jambi telah ada korban yang meninggal dunia. ”Setiap tahun selalu ada kebakaran. Pada tahun ini menjadi yang terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya karena indeks pencemaran udara mencapai level berbahaya yaitu di atas 300,” imbuhnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Persijap Akan Jadi Lawan Alot

SEMARANG – Tim PSIS Semarang tampaknya harus kerja ekstra keras mengamankan rekor belum terkalahkan mereka di ajang Indonesian Soccer Championship (ISC) B yang akan...

Klaim Kantongi Draf Final

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengklaim telah memiliki draf final terkait regulasi yang mendasari pemanfaatan hutan produksi untuk kepentingan wisata. Regulasi tersebut...

Miss Nine Hangatkan Akhir Pekan

SEMARANG – Female DJ cantik asal Jerman, Miss Nine, sukses memberikan nuansa party yang berbeda di Babyface Club & Karaoke, Sabtu (9/4) kemarin....

153 Hektare Sawah Diserang Tikus

DEMAK - Serangan hama tikus di Desa Surodadi, Kecamatan Dempet semakin mengganas dan mengkhawatirkan. Bahkan, tanaman yang baru berusia 21 hingga 25 hari itu...

More Articles Like This

- Advertisement -