SEGERA BONGKAR: Kondisi bangunan dalam Pasar Peterongan yang sudah ditinggal pedagang, siap untuk dibongkar. Diperkirakan dilakukan minggu ini. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
MANFAATKAN KESEMPATAN: Ribuan wajib pajak (WP) melakukan pembetulan laporan pajak memanfaatkan tahun pembinaan pajak 2015. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MANFAATKAN KESEMPATAN: Ribuan wajib pajak (WP) melakukan pembetulan laporan pajak memanfaatkan tahun pembinaan pajak 2015. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 2.566 wajib pajak badan dan 2.802 wajib pajak (WP) orang pribadi dalam cakupan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I telah memanfaatkan reinventing policy dengan nilai pembetulan Rp. 244 miliar hingga akhir September lalu.

Kepala DJP Jateng I Dasto Ledyanto mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mencapai target penerimaan pajak tahun 2015. Salah satunya dengan mengajak wajib pajak untuk memanfaatkan program tahun pembinaan pajak 2015. “Dengan dicanangkannya tahun pembinaan pajak 2015 atau reinventing policy, DJP memberikan fasilitas pengurangan/penghapusan sanksi administrasi pajak hanya selama tahun 2015,” ujarnya di sela Dialog Perpajakan, beberapa waktu lalu.

Dalam tahun pembinaan pajak ini, ucapnya, wajib pajak yang belum melaporkan dan membayar pajak atau sudah melaporkan dan membayar pajaknya tapi belum benar untuk tahun pajak 2014 dan sebelumnya, di tahun ini diberi kesempatan untuk membetulkan, melaporkan dan membayar kekurangan pajaknya pada tahun ini. “Sanksi administrasi yang timbul akibat keterlambatan atau kesalahan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) dan pembayaran pajak tersebut akan dihapuskan,” tegasnya.