Periksa 8 Saksi, Belum Temukan Motifnya

Kasus Pembunuhan Rokhimah

206

MIJEN – Tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Mijen Semarang dan Resmob Polrestabes Semarang masih berupaya mengungkap pembunuhan terhadap Rokhimah, 55, warga Polaman nomor 19 RT 2 RW 2 Kelurahan Polaman, Mijen, Kota Semarang. Yakni, korban yang ditemukan tewas bersimbah darah di lantai ruang tamu rumah nomor 21 milik keponakannya, Hermanto, 35, Sabtu (3/10) kemarin.

Penyidik Polsek Mijen sendiri telah memeriksa sebanyak 8 saksi dalam kasus dugaan pembunuhan tersebut. Kendati demikian, sejauh ini, pihak kepolisian belum mengetahui apa motif atau latar belakang meninggalnya korban.

”Hingga tadi malam, ada 8 saksi yang sudah kami periksa. Para saksi merupakan orang dekat, saudara, dan tetangga korban. Termasuk suami korban, Khohar, telah kami periksa sebagai saksi,” kata Kapolsek Mijen Kompol Sapari dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (4/10) kemarin.

Dikatakannya, hingga petang kemarin, timnya masih terjun di lapangan berkoordinasi dengan Resmob Polrestabes Semarang, untuk bersama-sama melakukan penyelidikan pengungkapan kasus ini.

”Sementara ini belum diketahui motifnya apa. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami luka di kepala akibat penganiayaan. Selain itu, sebanyak tiga tulang rusuk patah dan terdapat bekas cekikan tangan di leher korban,” beber Sapari.

Hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, lanjut Sapari, termasuk keterangan saksi dari pihak keluarga korban, juga menyebut tidak ada barang-barang berharga di rumah tersebut yang hilang.

”Lokasi rumah tersebut juga sangat rapat, dikelilingi rumah warga yang berlatar belakang Islami. Hubungan korban dengan keluarga maupun warga sekitar, menurut keterangan saksi, tidak ada masalah. Korban semasa hidupnya dikenal baik, dia sering membantu memasak di rumah warga lain saat ada hajatan,” katanya.