Minta Disbudpar Dilibatkan

3750

KENDAL – Penjabat Sementara (PJs) Bupati Kendal, Kunto meminta agar Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kendal dalam pembangunan dan pengelolaan Pelabuhan Tanjung Kendal. Sebab, Pelabuhan Kendal nanti harus dimanfaatkan untuk mendongkrak iklim pariwisata di Kabupaten Kendal yang masih tertinggal dengan daerah lain.

Kunto mengatakan dibangunnya pelabuhan di Kendal adalah salah satu tanda Kendal menjadi lebih maju. Selain itu adanya pelabuhan juga menjadi alternative para aktivitas ekspor dan impor melihat sudah padatanya Pelabuhan Tanjung Emas. “Pelabuhan penyebrangan sudah jadi, tinggal pelabuhan niaga yang sedang dikebut. Pariwisata juga akan menanjak, jadi dinas terkait harus diajak,” katanya kemarin.

Dia menambahkan, dengan adanya pelabuhan, tidak mustahil jika pariwasata di Kendal bisa terangkat. Apalagi Kendal punya berbagai macam Potensi wisata alam yang jika digali akan banyak diminati oleh para wisatawan. “Pariwisata harus dijual dengan baik, kalau ada kapal luar negeri yang berlabuh, mereka bisa melihat UMKM dan industri kreatif di Kendal. Di sini perlu ada kolaborasi antara Dinas Perhubungan, Disparbud, dan Dinas Koperasi dan UMKM,” tuturnya.

Sebagai PJs, Kunto mengaku bertugas melanjutkan program bupati terdahulu yang belum selesai. Selain itu memastikan kegiatan pemerintahan berjalan dengan baik, memfasilitasi penyelenggaraan Pilkada hingga pelantikan dan menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada. ” Salah satu fokusnya melanjutkan program yang belum selesai hingga nanti Kendal punya Bupati, termasuk pelabuhan Kendal yang targetnya bisa selesai pada 2016 mendatang,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Subarso mengklaim semua sarana yang diperlukan untuk operisional Pelabuhan Kendal telah rampung. “Semuanya telah rampung untuk pelabuhan penyebrangan, nanti kalau sudah beroperasi ada angkutan umum dari dan menuju pelabuhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan Pelabuhan Kendal menelan baiya Rp 645 miliar. Yakni pembangunan terminal penumpang dan niaga dengan luas lahan sekitar 63 hektar; akses jalan, dermaga, bangunan, breakwater, pembebasan lahan telah dilakukan dan siap dioperasionalkan. Saat ini pembangunan dermaga niaga terus dikerjakan dan ditargetkan selesai tahun 2016 mendatang dengan luas lahan 400 hektar termasuk untuk terminal petikemas. “Idealnya 173 hektar, namun rencananya akan nambah lagi untuk menunjang Kawasan Industri Kendal. Sudah ada kapal kali bodri, kita juga mengajukan permintaan satu kapal lagi yakni kapal Jantra yang punya kapasitas penumpang yang lebih besar dengan tujuan Kendal – Kumai. Rencananya akan ada 200 kapal niaga yang akan masuk ke Pelabuhan Kendal,” tambahnya.(den/fth)