MUGASSARI – Gedung B berlantai 3 di kompleks Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jateng Jalan Pahlawan nomor 1 Semarang, yang ludes terbakar pada Rabu (30/9) lalu, bakal dirobohkan. Pihak Polda Jateng telah mempersiapkan rancangan desain infrastruktur gedung baru, termasuk rancangan pengajuan anggaran. Untuk pembangunan gedung baru tersebut, diperkirakan bakal membutuhkan biaya sekurang-kurangnya Rp 100 miliar.

”Bangunan lama (yang terbakar) bakal dirobohkan. Sudah kami rancang desain gambarnya. Rencananya berlantai enam. Diperkirakan membutuhkan anggaran minimal Rp 100 miliar. Itu minimal,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto, Minggu (4/10).

Dikatakan Liliek, Gedung B yang terbakar tersebut memang gedung lama yang layak dibangun dengan pembangunan gedung baru. ”Sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), oleh Pak Kapolda Jateng saat berdialog di Solo, beberapa waktu lalu,” katanya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut memang harus dilakukan demi menunjang pelayanan terhadap masyarakat. ”Pembangunan itu dilakukan secepatnya. Ditargetkan 2016 mendatang bisa berjalan. Sesuai rancangan gambarnya, rencananya lokasi parkirnya nanti berada di bawah,” ujarnya.

Gedung B sendiri sebelum terbakar ditempati sejumlah satuan kerja di jajaran Polda Jateng, yang saat ini telah dipindahkan ke sejumlah lokasi terpisah. Di antaranya Direktorat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Jateng ditempatkan sementara di ruangan di kompleks Polsek Gajahmungkur Semarang. Sedangkan, Inspektorat Pengawas Daerah (Itwasda) Polda Jateng menggunakan salah satu gedung di kompleks Rumah Sakit Bhayangkara.

Bagian keuangan akan menggunakan aula Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng, sementara Biro Perencanaan dan Biro Sumber Daya Manusia akan menggunakan ruang di Direktorat Reserse Narkotika Polda Jateng. ”Saat ini, operasional telah berjalan normal,” kata Liliek.

Sebelumnya, pihak Pemerintah Provinsi Jateng menawarkan aset milik Pemprov Jateng, yakni di Wisma Perdamaian di Kompleks Tugu Muda Semarang untuk digunakan kantor darurat satuan kerja Polda Jateng. Namun demikian, setelah melakukan pendataan aset sendiri, Polda Jateng menilai tidak perlu menempati lokasi aset milik pemprov tersebut. ”Kami hitung sejumlah lokasi di Polda Jateng masih mencukupi,” katanya.

Liliek mengaku jika nanti masih kurang atau diperlukan ruang yang lebih besar, ada kemungkinan menggunakan aset milik Pemprov Jateng tersebut. Seperti diketahui, Gedung B berlantai 3 yang berlokasi di tengah-tengah kompleks Mapolda Jateng, ludes terbakar pada Rabu (30/9/2015) lalu. Gedung B tersebut digunakan sebagai kantor Biro Sumber Daya Manusia, Inspektorat Pengawas Daerah, Direktorat Intelijen dan Keamanan, bagian keuangan, Biro Perencanaan, dan ruang aula, ludes terbakar. (amu/zal/ce1)