PANEN: Sebagian petani di Demak bagian timur kini telah melakukan panen padi pada musim tanam (MT II), kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ABAL-ABAL: Barang bukti air zamzam palsu yang disita dari tempat produksi di Kelurahan Karangmalang, Mijen. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ABAL-ABAL: Barang bukti air zamzam palsu yang disita dari tempat produksi di Kelurahan Karangmalang, Mijen. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MIJEN – Musim ibadah haji dimanfaatkan warga untuk mengeruk keuntungan dengan memproduksi air zamzam palsu. Peredaran air zamzam abal-abal ini berhasil dibongkar oleh aparat Reskrim Polsek Mijen dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, Jumat (2/10) siang. Pelaku diketahui bernama Pandu, 48, warga Karangmalang, Mijen, Semarang.

Pandu diduga menjadi pelaku peredaran air zamzam palsu yang diproduksi di Kelurahan Karangmalang, Mijen, Semarang. Usut punya usut, ternyata dia adalah mantan karyawan pabrik air zamzam palsu milik Haji Thalib, warga Polaman RT 1 RW 1, Mijen yang pernah dibongkar aparat Ditreskrimsus Polda Jateng pada Rabu, 15 Januari 2014 silam.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, sekitar pukul 13.30, tim gabungan Reskrim Polsek Mijen dan Ditreskrimsus Polda Jateng mendatangi sebuah rumah di Kelurahan Karangmalang, Mijen, yang diduga digunakan untuk memproduksi air zamzam palsu tersebut.

Aparat gabungan kemudian menyita barang bukti kurang lebih satu truk, sejumlah dos kemasan air zamzam palsu siap edar. Selain itu, juga disita berbagai alat dan label yang sedianya digunakan di kemasan zamzam palsu tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui label di kemasan air zamzam tersebut tidak memiliki izin edar alias abal-abal.