PERIKSA BERAS- Bupati Semarang, Mundjirin bersama Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan M. Natsir mengecek beras yang dijual di pasar Bandarjo, Ungaran. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
PANEN RAYA: Calon Wakil Wali Kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu ikut memanen padi bersama petani setempat pada acara panen raya di Mijen. (Istimewa)
PANEN RAYA: Calon Wakil Wali Kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu ikut memanen padi bersama petani setempat pada acara panen raya di Mijen. (Istimewa)

SEMARANG – Calon Wakil Wali Kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu berupaya meningkatkan sektor ketahanan pangan di Kota Semarang. Menurut dia, berlimpahnya hasil bumi berupa padi di daerah Mijen bisa menjadikan wilayah itu sebagai sentra atau penyuplai utama kebutuhan beras bagi warga Semarang.

Hal tersebut dikatakan Mbak Ita, sapaan Hevearita GR, setelah melihat dan turun lapangan pada panen raya padi di Mijen, Kamis (1/10). Sawah seluas 109 hektare dipanen secara bertahap oleh warga sebagai upaya memenuhi ketercukupan beras di Semarang. “Meski musim kemarau, ternyata sudah bisa panen secara bertahap dan hasilnya juga cukup memuaskan,” kata Mbak Ita saat turut memanen padi menggunakan sabit.

Hasil tersebut, menurutnya bisa lebih maksimal andai pengaturan irigasi bisa ditangani dengan cermat dan dengan fasilitas tambahan seperti pompa air saat musim kemarau tiba. “Saya turun langsung tak sekadar melihat, tapi juga tahu dan mengerti akan kesulitan dan kebutuhan apa yang diperlukan para petani disini,” terangnya.

Ita melihat, dari luasan sawah yang dipanen yakni SEtiap 1 hektare sawah telah menghasikan 13 ton gabah kering. Dengan intensitas masa panen tiga kali dalam satu tahun.