Hajid mengakui karakter kedua tim yaitu DKI dan Jogjakarta hampir serupa. Keduanya kerap memainkan bola-bola tinggi dimana hal itu menjadi kesempatan bagi Jateng yang selama ini dikenal memiliki center blok yang cukup kuat. “Kami sudah lihat pertandingan pertama mereka, karakter DKI hampir sama dengan Jogkjakarta mereka menyukai permainan bola tinggi dan itu menjadi kesempatan bagi center blok kami untuk membantu block tepi ke posisi dua atau empat dengan harapan bisa mempersempit celah mereka,” kata Hajid.

Sementara di kelompok putri, setelah harus tersungkur atas Jatim 2-3 ( 25-19, 25-9, 17-25, 22-25, 11-15) di laga pertama mereka Selasa (29/9) lalu. Namun tim putri Jateng membuka peluang lolos ke PON, setelah petang kemarin tim asuhan Agus Sadiyanto akhirnya berhasil meraih hasil positif. Pada laga kedua di tempat yang sama, Deni Safitri dkk akhirnya sukses meraih kemenangan perdana mereka atas Banten dengan skor yang cukup meyakinkan yaitu 3-0 (25-10, 25-13, 25-13). Atas hasil tersebut, tim putri Jateng juga masih bisa menjaga kans untuk lolos meski harus bersaing memburu dua tiket dengan tiga tim lainnya yaitu DKI Jakarta, Jatim serta tuan rumah Jogjakarta. (bas/smu)