KORBAN KECELAKAAN : Petugas RS Islam Weleri, Kendal, saat menunjukkan salah satu korban kecelakaan di Jalur Pantura Alas Roban, Desa Timbang, Kecamatan Banyuptih, Kabupaten Batang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KORBAN KECELAKAAN : Petugas RS Islam Weleri, Kendal, saat menunjukkan salah satu korban kecelakaan di Jalur Pantura Alas Roban, Desa Timbang, Kecamatan Banyuptih, Kabupaten Batang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KORBAN KECELAKAAN : Petugas RS Islam Weleri, Kendal, saat menunjukkan salah satu korban kecelakaan di Jalur Pantura Alas Roban, Desa Timbang, Kecamatan Banyuptih, Kabupaten Batang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KORBAN KECELAKAAN : Petugas RS Islam Weleri, Kendal, saat menunjukkan salah satu korban kecelakaan di Jalur Pantura Alas Roban, Desa Timbang, Kecamatan Banyuptih, Kabupaten Batang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Lantaran saling serobot jalur di Jalan Pantura Alas Roban, tabrakan karambol tak terelakkan. Kali ini, melibatkan bus malam PO Shantika, pengendara motor dan truk angkutan barang, di Desa Timbangan, Kecamatan Banyu Putih, Kabupaten Batang. Rabu (30/9) malam kemarin. Akibat kejadian tersebut, satu orang tewas di tempat kejadian dan dua orang kritis karena tergencet bus malam dan truk angkutan barang.

Kejadian tersebut bermula saat Mahrozi, 26, warga Desa Tegalsari RT 03 RW 06, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, mengendarai Yamaha Byson bersama Siti Kumrotun, 23, warga Desa Buku Gede RT 03 RW 06, Kecamatan Petabon, Kabupaten Kendal. Keduanya menyusuri Jalan Raya Pantura Alas Roban Desa Timbangan, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.

Namun lantaran proyek betonisasi jalan, kemacetan panjang selalu terjadi di Desa Timbangan. Mahrozi, yang baru pulang menghadiri undangan pernikahan di Batang dan akan pulang ke Kendal, berusaha mengambil jalur berlawanan arus di sebelahnya dari arah barat ke timur.