CEGAH FILARIASIS : Bupati Pekalongan Amat Antono dan warga bersama-sama meminum obat kaki gajah atau filariasis, di halaman Kantor Kecamatan Tirto, Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH FILARIASIS : Bupati Pekalongan Amat Antono dan warga bersama-sama meminum obat kaki gajah atau filariasis, di halaman Kantor Kecamatan Tirto, Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH FILARIASIS : Bupati Pekalongan Amat Antono dan warga bersama-sama meminum obat kaki gajah atau filariasis, di halaman Kantor Kecamatan Tirto, Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH FILARIASIS : Bupati Pekalongan Amat Antono dan warga bersama-sama meminum obat kaki gajah atau filariasis, di halaman Kantor Kecamatan Tirto, Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Ribuan warga di Kabupaten Pekalongan, secara serentak meminum obat penyakit kaki gajah atau filariasis, Kamis (1/10) kemarin. Kegiatan dilakukan serentak dalam rangka Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) tersebut ditandai dengan aksi minum obat bersama Bupati Pekalongan, Amat Antono dan masyarakat di halaman Kantor Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan tersebut juga diikuti 19 Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Masyarakat yang meminum obat diawasi langsung oleh petugas pelayanan kesehatan. Demikian juga dengan yang ada di desa diawai oleh petugas kesehatan desa. Hal itu dilakukan untuk memastikan, bahwa obat penyakit Kaki Gajah atau filariasis diminum oleh warga.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan, dr Sutanto Setiabudi, mengungkapkan bahwa Oktober telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai bulan dimulainya eliminasi penyakit kaki gajah atau filariasis tahun pertama. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan tujuan agar masyarakat Kabupaten Pekalongan terhindar dari penyakit kaki gajah. “Kami menyasar 797 ribu warga yang berusia di atas 2 tahun hingga kurang dari 70 tahun,” tandasnya.