Dwiarso Budi Santiarto (JOKO SUSANTO)
Dwiarso Budi Santiarto (JOKO SUSANTO)
Dwiarso Budi Santiarto (JOKO SUSANTO)
Dwiarso Budi Santiarto (JOKO SUSANTO)

MANYARAN – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang ahirnya berhasil menambah tiga hakim, setelah melihat banyaknya perkara korupsi yang disidangkan membuat persidangan kerap berlangsung hingga larut malam. Penambahan hakim tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan maksimal terhadap pencari keadilan. Hal itu disampaikan, Ketua Pengadilan Negeri/Tipikor/PHI Semarang, Dwiarso Budi Santiarto.

Dia menyebutkan, saat ini pengadilan Tipikor Semarang sebagai pengadilan yang menangani perkara korupsi se-Jateng telah memiliki 17 hakim, termasuk yang berstatus ad hoc. ”Penambahan hakimnya terdiri dari 1 hakim Tipikor Soenarso dan 2 hakim ad hoc Tipikor Wiji Pramajati serta Sastra Rasa. Sehingga total hakim Tipikor ada 11 hakim Tipikor (karir) dan 6 hakim ad hoc Tipikor,” kata Dwiarso, Kamis (1/10).

Dwiarso berharap dengan adanya penambahan 3 hakim tersebut, persidangan perkara Tipikor dapat lebih lancar dan tidak sampai larut malam. ”Semoga proses sidang bisa lebih efektif,” ujarnya.