Lapas Gandeng Kepolisian

558
JALIN KERJASAMA : Kepala Lapas Kelas 2A Kota Pekalongan, Suprapto, dan Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfie Sulistiawan setelah menandatangani kerjasama, Kamis (1/10) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JALIN KERJASAMA : Kepala Lapas Kelas 2A Kota Pekalongan, Suprapto, dan Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfie Sulistiawan setelah menandatangani kerjasama, Kamis (1/10) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JALIN KERJASAMA : Kepala Lapas Kelas 2A Kota Pekalongan, Suprapto, dan Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfie Sulistiawan setelah menandatangani kerjasama, Kamis (1/10) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JALIN KERJASAMA : Kepala Lapas Kelas 2A Kota Pekalongan, Suprapto, dan Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfie Sulistiawan setelah menandatangani kerjasama, Kamis (1/10) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Pekalongan, ternyata salah satu penjara yang berisiko tinggi. Sehingga, kini menjalin kerjasama dengan Polri melalui Polres Pekalongan Kota, dalam mengantisipasi kemananannya.

“Di Lapas kami, high risk kedua setelah Nusakambangan. Selain karena jumlah napi narkoba yang besar, masih ditambah banyaknya napi teroris,” kata Kepala Lapas Kelas 2A Kota Pekalongan, Suprapto, Kamis (1/10) kemarin.

Untuk itu, pihaknya menekankan adanya kerjasama strategis dengan Polres Pekalongan Kota dalam pengamanan dan mengantisipasi segala kejadian. Dengan itu, pihaknya berharap bisa lebih waspada dan bisa menjaga napi yang dibinanya. “Intinya kerjasama ini untuk penanganan lebih dini. Terhadap segala risiko yang terjadi di Lapas,” jelasnya.