Angkat Potensi Akik Asal Kendal

230
KUNJUNGI STAN: Pjs Bupati Kendal Drs Koento Nugroho Hari Putranto MSi, mengunjungi stan batu akik yang memamerkan akik khas Kendal. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUNJUNGI STAN: Pjs Bupati Kendal Drs Koento Nugroho Hari Putranto MSi, mengunjungi stan batu akik yang memamerkan akik khas Kendal. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUNJUNGI STAN: Pjs Bupati Kendal Drs Koento Nugroho Hari Putranto MSi, mengunjungi stan batu akik yang memamerkan akik khas Kendal. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUNJUNGI STAN: Pjs Bupati Kendal Drs Koento Nugroho Hari Putranto MSi, mengunjungi stan batu akik yang memamerkan akik khas Kendal. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Tren batu akik masih menempati posisi di atas. Meski tak sengetren beberapa waktu lalu, namun animo masyarakat masih cukup tinggi. Terbukti, dalam pameran batu nusantara dan pencinta akik, di GOR Bahurekso, Kendal, Kamis (1/10), masih banyak peminatnya, baik peserta maupun pengunjung.

Pameran akan digelar selama empat hari atau hingga Minggu (4/10). Event yang diprakarsai pencinta akik asal Kendal dan Pemkab Kendal, mampu menyedot perhatian para pencinta akik asal daerah lain. Pun dengan pengunjungnya, tidak hanya dari Kendal, tapi luar daerah rela datang demi berburu batu akik yang sedang ngetren.

Salah satunya adalah batu akik asal daerah Kalibodri, Kabupaten Kendal, yang diberi nama oleh mantan Bupati Kendal Widya Kandi Susanti, Badar Besi Kinasih. Batu tersebut masuk dalam varian jenis batu akik panca warna. Badar Besi Kinasih sendiri memiliki karakteristik yang unik, yakni memiliki kadar besi yang cukup tinggi hingga bisa menarik magnet. Batu akik asal Kendal juga memiliki varian yang berbeda di antaranya panca warna, teratai, fosil, badar lumut, kecubung asap, dengan tingkat kekerasan 5-6 mosh atau termasuk klasifikasi chalcedon, hingga yang paling keras adalah mani gajah dengan kekerasan sampai 7 mosh dengan klasifikasi calcite.