NEKAT: Seorang pemilik kendaraan ditilang karena nekat parkir di kawasan larangan. Meski sudah ada rambu larangan parkir, sebagian besar pengendara tidak mematuhinya. (Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
NEKAT: Seorang pemilik kendaraan ditilang karena nekat parkir di kawasan larangan. Meski sudah ada rambu larangan parkir, sebagian besar pengendara tidak mematuhinya. (Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
NEKAT: Seorang pemilik kendaraan ditilang karena nekat parkir di kawasan larangan. Meski sudah ada rambu larangan parkir, sebagian besar pengendara tidak mematuhinya. (Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
NEKAT: Seorang pemilik kendaraan ditilang karena nekat parkir di kawasan larangan. Meski sudah ada rambu larangan parkir, sebagian besar pengendara tidak mematuhinya. (Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Sedikitnya 20 kendaraan roda empat ditilang oleh tim gabungan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), TNI dan Kepolisian, dalam razia kawasan larangan parkir di jalan protokol Kota Semarang, kemarin (30/9).

Tim mulai menyisir kawasan Jalan Imam Bonjol atau tepatnya depan Stasiun Poncol, kawasan Johar, hingga kawasan Simpang Lima. Ketika jalur tersebut merupakan kawasan larangan parkir yang dilengkapi rambu, petugas dengan sigap langsung mendatangi kendaraan yang tengah diparkir. Petugas pun mencari tahu pemilik kendaraan dengan pengeras suara. Ketika pemiliknya datang, petugas langsung menilangnya. Namun ketika pemilik tidak segera datang, maka petugas langsung mengambil langkah penggembosan ban mobil.

Salah seorang pemilik angkutan umum Daihatsu Pikup, Sudono mengaku pasrah saat petugas menilang kendaraannya yang terpakir di Jalan Imam Bonjol. Menurutnya, lokasi tersebut dipakai oleh warga baik sopir angkutan ataupun pemilik jasa angkut untuk menunggu penumpang meskipun terdapat rambu-rambu dilarang parkir. ”Rambu-rambu itu kan jaraknya lebih dari 25 meter dari parkirnya kendaraan saya. Para sopir angkutan juga sering parkir nunggu penumpang di tempat ini. Kalau dianggap salah ya saya pasrah,” ujarnya.

Sementara, pengemudi taksi, Hartono yang kendaraannya terjaring razia penertiban di kawasan Simpang Lima menyadari jika kawasan tersebut merupakan larangan parkir. Namun pihaknya melihat pengendara lain juga memarkirkan kendaraannya, termasuk rekan-rekannya. Sehingga ia tetap nekat. ”Mau bagaimana lagi, para sopir taksi setiap hari ya mangkal di sini cari nafkah. Kalau dibilang melanggar ya melanggar,” terangnya.

Sementara, Kasi Pengawasan dan Pengendalian Bidang Perparkiran Dishubkominfo Kota Semarang, Danang Prasetyo menegaskan, kegiatan penertiban ini untuk membuat jalur lalu lintas di Kota Semarang lancar. Karena salah satu faktor kemacetan yang selama ini terjadi adalah, para pengendara yang parkir sembarangan. ”Kita tilang sebanyak 20 kendaraan terdiri dari 14 taksi, 1 bus kota, 3 angkutan kota dan 2 mobil pikup. Kendaraan ini kita tilang karena melanggar parkir, ngetem penumpang di tempat larangan yang sudah ada rambu-rambunya, termasuk menutup halte BRT. Mereka tadi jelas, melanggar di rambu-rambu larangan,” tegasnya.

Pihaknya akan melakukan penertiban secara rutin. Untuk menekan banyaknya pelanggaran, pihaknya juga telah mengundang pemilik atau pengusaha angkutan dalam menyosialisasikan ketertiban terhadap awak angkutan. (mha/zal/ce1)