Kembalikan Enam Hari Sekolah

174

UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang mengajukan keberatan atas kebijakan Gubernur Jateng lima hari sekolah. Pemkab meminta agar waktu kegiatan belajar mengajar (KBM) dikembalikan seperti sebelumnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih menjelaskan pihaknya sudah mengevaluasi kebijakan lima hari sekolah. Sejumlah kendala yang dihadapi antara lain tidak adanya transportasi untuk siswa yang rumahnya jauh dari sekolah. Pengeluaran orang tua bertambah karena jam belajar sampai sore. Selain itu siswa juga tidak maksimal dalam menerima pelajaran karena kecapaian. “Banyak permasalahan sehingga Bupati meminta kembali ke program enam hari sekolah. Kecuali jika ada sekolah yang sudah siap untuk dijadikan piloting,” kata Dewi, kemarin.

Sementara itu Plt. Bupati Semarang, Gunawan Wibisono mengatakan, kebijakan lima hari sekolah sebenarnya telah diterapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang. Namun setelah dievaluasi ternyata kebijakan tersebut sulit diterapkan karena banyak kendala dalam pelaksanaannya. Salah satunya di Kabupaten Semarang banyak sekolah yang berada di wilayah pedesaan dan rumah siswa juga cukup jauh dari sekolah. Sedangkan di desa hingga perkotaan sarana transportasi umum masih belum tersedia. Sehingga orang tua siswa harus melakukan antar jemput anaknya ke sekolah. “Akhirnya banyak orang tua dan siswa yang mengeluh dan menyampaikan atas keberatannya itu. Kondisi itu sudah disampaikan kepada Gubernur sehingga di Kabupaten Semarang berat untuk melaksanakan program lima hari sekolah. Sehingga akan kembali ke program enam hari sekolah. Kita tunggu saja bagaimana tanggapan dari gubernur,” ungkapnya. (tyo/fth)