Harga Buah Lokal Naik

224
SEPI: Seorang pedagang buah local terlihat resah karena saat ini pembeli buah local mengalamai penurunan. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPI: Seorang pedagang buah local terlihat resah karena saat ini pembeli buah local mengalamai penurunan. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPI: Seorang pedagang buah local terlihat resah karena saat ini pembeli buah local mengalamai penurunan. (ADENNYAR WYCAKSONO /  JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPI: Seorang pedagang buah local terlihat resah karena saat ini pembeli buah local mengalamai penurunan. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Anjloknya nilai rupiah terhadap dolar ternyata berpengaruh terhadap harga buah lokal. Bahkan kenaikan harga buah local diberengi dengan menurunnya daya beli masyarakat. Kondisi ini membuat pedagang mengalami penurunan omset penjualan. Seperti yang dirasakan beberapa penjual buah di Pasar Weleri Kendal. Buah buah lokal yang mengalami kenaikan harga seperti salak, pisang, papaya, klengkeng, dan semangka.

Selain nilai tukar rupiah, kenaikan harga buah dipengaruhi musim kemarau yang berkepanjangan. Harga buah klengkeng di Pasar Weleri misalnya yang sebelumnya Rp 28 ribu kini naik menjadi Rp 35 ribu. Melon dari Rp 6 ribu naik menjadi Rp 9 ribu, pisang ambon dari Rp 10 ribu naik menjadi Rp 15 ribu dan buah semangka dari Rp 4 ribu naik menjadi Rp 6 ribu per kilo gramnya. “Kenaikan ini dipicu nilai tukar rupiah yang anjlok sehingga ongkos produksi mengalami kenaikan dan musim kemarau yang tak kunjung usai. Kenaikannya sekitar 20 – 30 persen,” kata Nur Rofiq, salah satu pedagang.

Silakan beri komentar.