SEMARANG – Setelah digantinya pelatih kepala Rubianto Hadi yang berbuntut pada mundurnya sejumlah atlet Pelatda gulat Jateng yang dipersiapkan menghadapi Pra PON XIX, kini Pengprov PGSI Jateng kembali menyusun kekuatan mereka.

Tak tanggung-tanggung, PGSI Jateng tengah menyiapkan 13 pegulat yang merupakan nama baru untuk turun di Pra PON Jambi 8-11 November 2015. Para atlet tersebut menjalani latihan di venue baru, yaitu Lapangan Tennis Indoor Gelora Jatidiri Semarang.

”Kami berharap dengan mess baru, venue baru dan atlet baru, ada semangat baru di tim gulat Jateng untuk menghadapi Pra-PON,” kata Ketua Umum PGSI Jateng Andreas Budi Wirohardjo dihubungi kemarin.

Disinggung mengenai waktu persiapan yang mepet dan Jateng bakal bertumpu pada pegulat muda, Andreas menegaskan mereka yang terpilih masuk Pelatda Jateng adalah atlet muda yang diseleksi dalam Kejurda Gulat di Magelang, Mei silam. ”Di pelatda memang atlet baru, tapi dari segi teknik, mereka bukan pegulat kemarin sore. Mereka intens latihan selama dua tahun, dan promosi ke pelatda menggantikan pegulat lama yang secara performa di Indonesia Terbuka dan hasil tes fisik tak memenuhi syarat,” kata Andreas.

Dia optimistis, sisa waktu 40 hari jelang Pra-PON, bisa matang ditangani oleh pelatih baru, Jumain. Andreas menyebut, ada tiga yang terus disuntikkan tim pelatih untuk mereka, yaitu motivasi, skill dan stamina.

Sementara itu, Manajer Tim Pra-PON Ukky Juli Setyawan mengakui bahwa di tempat baru ini, para atlet bisa lebih fokus mengingat matras yang lebar, menyesuaikan matras pertandingan. Ukky sendiri menargetkan cabang gulat bisa meloloskan semua pegulat di Pra-PON kelak. ”Di sini matras lebih luas, dibanding tempat lama di Gunung Sawo. Pergerakan pegulat lebih terukur, kapan dia harus mundur, maju dan menyamping. Untuk latihan fisik misalnya joging ada lintasan Jatidiri yang rata, dibanding di jalanan beraspal yang rentan cedera,” kata Ukky.

Daftar Atlet Pra-PON Gulat: Roberto Aminudin, Bayu Sumantyo, Muh Iskandar BM, Ade Mulyo, Wima Fujiyanti, Zabarudin Aenur (Kabupaten Brebes), Galih Novezar (Kota Magelang), Ridwan, Adi Kurniawan (Kota Semarang), Adi Saputro (Boyolali), Agus Setiawan (Wonosobo), Danang Priyadi, Oktaviana Puji W (Kabupaten Grobogan). (bas/smu)