DOK. PRIBADI
DOK. PRIBADI
DOK. PRIBADI
DOK. PRIBADI

SHANDI Rose Putri Maharani ternyata mahir menari tradisional. Gadis kelahiran Banjarnegara, 28 Juni 1996 ini menilai sebagai orang Indonesia yang kaya akan budaya, maka generasi muda perlu mengenal seni tari. ”Mengenal seni tari itu penting. Apalagi tarian tradisional merupakan salah satu dari kebudayaan nusantara kita,” kata mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang ini saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (29/9), kemarin.

Dara yang pernah meraih juara I lomba catwalk busana kasual 2014 ini mengatakan, meski tarian tradisional sekilas hanya memperlihatkan sebuah gerakan tubuh. Namun jika dihayati dan dirasakan jelas seni tari itu mengandung pesan moral. ”Contohnya seperti tarian wayang, yang memiliki makna serta pesan moral yang tinggi,” ucapnya.

Putri bungsu dari 3 bersaudara pasangan Ison Rushandi dan Dewi Anggriani ini mengaku menguasai banyak jenis tari. ”Tarian yang sudah hafal gerakannya banyak, Mas. Untuk yang tradisional ada tari nuri, tari batik, dan tari incling jangget. Kalau yang tari modern, cuma tarian k-pop Korea doang, Mas,” ujar peraih juara favorit berbakat akting cover girl boy campusmagz 2014 ini.

Bagi anggota Teater ASA ini, dengan menari dapat membuat hidupnya bahagia, awet muda, dan hidupnya penuh warna. ”Meski tidak ada event dalam sebulan, aku tetap latihan menari, Mas. Bahkan, jika ramai event, sebulan bisa latihan 5-10 kali, tergantung jenis tariannya,” ucapnya. (jks/aro/ce1)