Polisi Bubarkan Demo

197
DIBUBARKANB: Aktivis PMII berorasi. Baru setelah itu dibubarkan aparat kepolisian karena unjukrasa tersebut tidak berizin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
DIBUBARKANB: Aktivis PMII berorasi. Baru setelah itu dibubarkan aparat kepolisian karena unjukrasa tersebut tidak berizin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
DIBUBARKANB: Aktivis PMII berorasi. Baru setelah itu dibubarkan aparat kepolisian karena unjukrasa tersebut tidak berizin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
DIBUBARKANB: Aktivis PMII berorasi. Baru setelah itu dibubarkan aparat kepolisian karena unjukrasa tersebut tidak berizin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Aksi unjuk rasa akitivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Demak kemarin berlangsung ricuh. Demontrasi tersebut terpaksa dibubarkan pihak kepolisian lantaran tidak izin terlebih dulu. Mereka sebelumnya sejenak melakukan aksi diam diri (topo bisu) dihalaman gedung DPRD setempat. Namun, tak lama kemudian, mereka berjalan ke depan pintu gerbang DPRD melakukan orasi semacam teatrikal.

Dengan kondisi wajah dan badan dibalut bedak putih pendingin kulit, mereka menyanyikan lagu Indonesia tanah airku. Tak hanya itu. Beberapa kertas karton yang dijadikan untuk menuliskan unek-unek dibentangkan. Saat itulah, aparat langsung menyergap mereka. Poster-poster dirampas dan mahasiswa tukang orasi langsung ditarik ke belakang. Sempat terjadi tarik menarik antara mahasiswa dengan polisi sebelum akhirnya mereka dilepas keluar dari gedung dewan. Meski demikian, mereka tetap berorasi hingga menyuarakan pendapatnya hingga depan Malpolres Demak.