“Dari seminar ini diharapkan muncul terobosan dalam pencegahan terhadap segala aksi radikalisme dan tindak pidana terorisme yang masih kerap terjadi di Tanah Air,” kata Rio Adhikara kepada Jawa Pos Radar Semarang di sela persiapan seminar, Senin (28/9) kemarin.

Penanggung jawab acara, Brigtar Nahal Rizaq, menambahkan, dipilihnya tema tersebut lantaran persoalan radikalisme dan terorisme hingga kini masih kerap mewarnai wilayah Tanah Air. Selain itu, masih banyak yang beranggapan bahwa pencegahan dan pemberantasan aksi radikalisme dan terorisme itu hanya menjadi tanggungjawab Polri. Padahal seharusnya perlu sinergitas antara Polri dengan stakeholder lainnya, baik itu TNI, pemerintah, tokoh agama, ormas dan elemen masyarakat lainnya.

“Nah lewat seminar ini akan semakin mempertegas bahwa dalam memberantas segala bentuk aksi radikalisme dan tindak pidana terorisme harus dilakukan bersama-sama, baik Polri/TNI, pemerintah, tokoh agama dan lainnya. Jadi, bukan hanya menjadi tugas Polri saja,” ujarnya didampingi Humas Brigtar Muhammad Hazaquan.

Taruna asal Lampung yang kini menjadi Ketua Senat Taruna Akpol ini menambahkan, ia sengaja mengundang narasumber dari berbagai kalangan, harapannya bisa memberikan sumbangan pemikiran dalam pencegahan aksi radikalisme dan tindak pidana terorisme.

“Ada pembicara mantan teroris, harapannya beliau bisa cerita bagaimana dalam perekrutan, doktrin, pengalaman selama menjadi teroris, manajemen kelompok teroris, cara pencegahan dan sebagainya. Kami juga hadirkan Kepala BNPT, harapannya ide dan gagasan baru yang muncul dalam seminar bisa diaplikasikan secara nyata dalam pemberantasan tindak pidana terorisme,” paparnya.

Seminar sendiri akan diikuti sedikitnya 700 peserta. Terdiri atas 300 taruna tingkat IV angkatan 47, perwakilan mahasiswa dari 16 perguruan tinggi di Semarang, Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Militer (Akmil), serta para pejabat dan dosen Akpol Semarang.

”Seminar ini untuk mengimplementasikan hasil pembelajaran yang diperoleh di kelas dalam wujud nyata sebagai kontribusi dalam meningkatkan kinerja Polri. Kami memiliki suatu tanggung jawab tersendiri untuk memberikan sumbangsih pemikiran sebagai wujud dari kontribusi tersebut,” tambah Humas Brigtar Muhammad Hazaquan, yang asli Aceh ini. (aro)