PERSIAPKAN SEMINAR: Dari kiri ke kanan: Brigtar Andri Perdana S, Brigtar Nahal Rizaq, Brigtar Rio Adhikara, dan Brigtar Muhammad Hazaquan. (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERSIAPKAN SEMINAR: Dari kiri ke kanan: Brigtar Andri Perdana S, Brigtar Nahal Rizaq, Brigtar Rio Adhikara, dan Brigtar Muhammad Hazaquan. (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERSIAPKAN SEMINAR: Dari kiri ke kanan: Brigtar Andri Perdana S, Brigtar Nahal Rizaq, Brigtar Rio Adhikara, dan Brigtar Muhammad Hazaquan. (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERSIAPKAN SEMINAR: Dari kiri ke kanan: Brigtar Andri Perdana S, Brigtar Nahal Rizaq, Brigtar Rio Adhikara, dan Brigtar Muhammad Hazaquan. (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Aksi radikalisme dan tindak pidana terorisme kini menjadi musuh semua negara, tak terkecuali Indonesia. Pencegahan terhadap aksi radikalisme dan tindak terorisme ini tak hanya menjadi tugas Polri. Namun perlu sinergitas antara Polri dengan stakeholder yang lain, baik TNI, pemerintah, tokoh agama, ormas, maupun elemen masyarakat lainnya.

Hal itulah yang bakal diangkat dalam seminar sekolah yang digelar para Taruna Tingkat IV Angkatan 47 Den Satryo Pambudi Luhur Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Selasa (29/9) hari ini. Seminar yang mengusung tema “Optimalisasi Sinergitas Pemerintah dengan Masyarakat Guna Pencegahan Radikalisme dan Tindakan Pidana Terorisme” ini akan diselenggarakan di Gedung Serba Guna, Kompleks Akpol Semarang Jalan Sultan Agung.

Ketua pelaksana seminar sekolah, Brigtar Rio Adhikara, menjelaskan, seminar akan menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten. Di antaranya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Drs H Saud Usman Nasution, SH, MH, MM; Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng KH Ahmad Darodji, dan mantan teroris Muhammad Nasir alias Nasir Abbas.

Narasumber lainnya, lanjut Taruna asli Jogjakarta ini, adalah Analis Kebijakan Madya Bidang Penindakan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kombes Pol Ir Hamli ME, serta keynote speaker Wakabareskrim Polri Irjen Pol Drs H Syahrul Mamma dan moderator Metro TV Yohana Margaretha.