Warga bersama petugas akhirnya menyiasati dengan memanggil WN, wanita yang dicintai ML, untuk merayunya. Benar saja, ternyata cara itu sangat jitu. Begitu mendengar suara wanita pujaan hatinya, ML pun luluh dan mau menurutinya. Wanita tersebut kemudian meminta ML yang kurang lebih 30 menit berada di atas tower untuk turun.

Setelah turun, ML dan WN dibawa petugas Polsek Gayamsari untuk dimintai keterangan.

Kepada polisi, ML mengaku cemburu dan sakit hati karena WN, wanita yang diakuinya sebagai pacar itu, sering digoda oleh pria penjual ayam goreng. Ia mengaku tidak kuat menahan api cemburu yang membakar di dalam dada. ”Di sini, rasanya sakit banget Pak,” ujar ML sembari menunjuk di dadanya, kepada penyidik.

Merasa tidak kuat menahan sakit hati, ML memutuskan bermaksud bunuh diri dengan memanjat tower tersebut. ”Dia sering disenyumin oleh pria tukang chicken (ayam goreng). Saya cemburu,” katanya polos.

Uniknya, wanita berinisial WN yang duduk di samping ML itu tampaknya enggan mengakui status berpacaran dengan ML. Ia mengaku hanya berteman saja. ”Cuman berteman, Pak. Tapi TTM (Teman Tapi Mesra, Red),” ujar wanita tersebut sambil tersenyum.

Dia juga membantah mempunyai hubungan dengan pria penjual ayam goreng sebagaimana dituduhkan ML. ”Bener, Pak, saya cuma berteman. Saya juga nggak kenal sama tukang chicken itu,” kilahnya.

Namun ML tetap saja mengklaim kalau dirinya telah berpacaran dengan WN. Setiap kali ML menjelaskan hal itu kepada polisi, rupanya WN diam-diam menginjak kaki ML di bawah meja. Rupanya WN malu karena berpacaran dengan berondong muda.

Kapolsek Gayamsari, Kompol Dili Yanto, mengatakan, pihaknya mengamankan ML karena perbuatannya membahayakan nyawa diri sendiri dan orang lain. ”Berdasarkan hasil pemeriksaan, ML merasa cemburu karena perempuan yang disukainya digoda oleh pria lain. Takut diputus, sehingga yang bersangkutan berupaya bunuh diri,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Gayamsari, AKP Soeharto, menambahkan, perbuatan ML belum bisa dijerat pasal tindak pidana, sehingga pihaknya hanya melakukan pembinaan dengan memanggil pihak keluarga.

”Kami panggil perwakilan dari masing-masing keluarga, yang bersangkutan juga diminta menandatangani pernyataan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya,” ujarnya. (amu/aro/ce1)