Bidik Kerja Sama Investasi hingga Pariwisata

307

SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengklaim road show ke 3 negara Eropa diperlukan untuk mengembangkan kerja sama di berbagai bidang. Di antaranya di sektor investasi, perdagangan, industri, pariwisata, budaya, pendidikan, sumber daya alam, dan infrastruktur.

Ganjar memaparkan secara rinci agenda kunjungan selama 13 hari ke Suriname, Belanda, dan Jerman tersebut. Menurutnya selain mempromosikan potensi unggulan Jateng, kunjungan dilakukan untuk mengembangkan dan memperluas kerja sama di berbagai bidang. Delegasi Jateng berjumlah 21 orang yang terdiri atas Gubernur, Ketua DPRD Jateng dan sejumlah pejabat SKPD terkait. ”Semula delegasi lebih dari 40 orang, banyak yang saya coret karena saya ingin yang berangkat hanya yang dapat undangan dari negara yang kami kunjungi,” katanya.

Kunjungan diawali dengan ramah tamah dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag Belanda. Selanjutnya, rombongan menghadiri acara peringatan 125 tahun kedatangan orang Jawa ke Suriname di Paramaribo. Dalam acara bertajuk Indofair Suriname 2015 itu akan ditampilkan pentas seni budaya Jateng. Antara lain Tari Denok Deblong, Gatotkaca, Batik, Ramayana, dan Pesisiran.

”Kami juga akan melakukan pertemuan dengan presiden, menteri kabinet, parlemen, pengusaha, serta investor Suriname untuk memperkenalkan potensi unggulan Jawa Tengah,” katanya.

Kepada warga Suriname, gubernur akan menawarkan beasiswa kursus singkat pengembangan bahasa Jawa di Jateng. Apalagi, selama ini penduduk Suriname menggunakan bahasa Jawa sebagai alat komunikasi keseharian. Di negara tersebut, Ganjar bersama Ketua DPRD Jateng mendapat kesempatan wawancara dengan TV Suriname. Dilanjutkan dengan mengunjungi permukiman masyarakat Jawa di Taman Sari atau Taman Rejo.

Selanjutnya, rombongan menuju Den Haag, Belanda untuk berdialog dengan Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) KBRI Den Haag. Fokus pembicaraan mengenai peningkatan kerja sama Jateng dengan Pemerintah Belanda di sektor ekonomi (investasi dan perdagangan), pariwisata, pendidikan dan kebudayaan, sumare daya air, serta kesehatan. Setelah itu gubernur menyempatkan untuk beramah tamah dengan diaspora (perantau) Indonesia.

Pada 6 Oktober, rombongan menuju Dortmund, Jerman. Di tempat itu digelar pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Dortmund, pertemuan dengan pemerintah negara bagian Northrhein Wesfalia. Pembicaraan difokuskan pada penjajakan kerja sama di bidang pendidikan dan teknologi lingkungan.

Sementara itu Divisi Korupsi, Politik dan Anggaran KP2KKN Jateng, Ronny Maryanto menuding dalam kunjungan itu Ganjar dan Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi juga mengajak istri masing-masing. ”Jika kunjungan itu adalah untuk meningkatkan kinerja lalu apa kapasitas seorang istri ikut kunjungan kerja. Ketua DPRD selaku pihak legislatif harusnya mengontrol eksekutif bukan malah tergiur ikut kunjungan,” imbuhnya.

KP2KKN menilai kunjungan kerja seperti itu lebih banyak acara-acara seremonial. Menurutnya, dulu Ganjar pernah berjanji akan melakukan efektivitas kinerja dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Tapi, kini ia justru melakukan kunjungan kerja yang berlebih-lebihan. ”KP2KKN tidak anti terhadap kunjungan ke luar negeri. Tapi, jika bentuknya seperti ini dan menghambur-hamburkan uang rakyat maka harus ditolak keras,” tandasnya. (fai/ric/ce1)