Wahyu ‘Liluk’ Winarto (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Wahyu ‘Liluk’ Winarto (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Wahyu ‘Liluk’ Winarto (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Wahyu ‘Liluk’ Winarto (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kasus sepak bola gajah yang melibatkan PSS Sleman dan PSIS Semarang beberapa waktu lalu memasuki babak baru. Komdis PSSI saat ini kembali melanjutkan investigasi kasus pertandingan yang digelar di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta pada 26 Oktober 2014 lalu itu.

Sebelumnya, Komdis PSSI telah memanggil sejumlah pihak dari PSS untuk melanjutkan pemeriksaan. Dimulai dari empat pemain tim berjuluk Laskar Super Elang Jawa, yakni Hermawan Putra Jati, Satrio Aji, Ridwan Awaludin dan Moniega Bagus pada 18 Agustus.

Kemudian memangil tiga ofisial dan manajemen PSS pada 10 September, yaitu mantan staf tim PSS yang bernama Ableh, mantan manajer PSS Supardjiono, dan mantan asisten pelatih PSS Edi Broto. Mereka semua ada dalam tim PSS saat terjadinya sepak bola gajah.