TERTIBKAN APK : Panwascam Pekalongan Timur menyisir sepanjang jalan utama untuk menertibkan APK ilegal pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan, Senin (28/9) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTIBKAN APK : Panwascam Pekalongan Timur menyisir sepanjang jalan utama untuk menertibkan APK ilegal pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan, Senin (28/9) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTIBKAN APK : Panwascam Pekalongan Timur menyisir sepanjang jalan utama untuk menertibkan APK ilegal pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan, Senin (28/9) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTIBKAN APK : Panwascam Pekalongan Timur menyisir sepanjang jalan utama untuk menertibkan APK ilegal pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan, Senin (28/9) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Walaupun sudah ada larangan, tim sukses dari pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan masih saja bandel tetap memasang banyak Alat Peraga Kampanye (APK) di sepanjang Kota Pekalongan. Karena itulah, Panwas Kota Pekalongan melalui Panwascam, bertindak mencopoti APK tersebut, Senin (28/9) kemarin.

Ketua Panwascam Pekalongan Timur, Muhammad Saifudin mengatakan bahwa pihaknya sebelumnya sudah menginventarisasi APK berupa gambar, spanduk dan sejenisnya yang tidak difasilitasi oleh KPU. “Setelah kami invetarisasi, kami mengirimkan surat ke KPU dan diteruskan ke paslon, agar segera dicopot. Namun selama waktu yang diberikan 2 x 24 jam tidak ada respon, kami yang bertindak,” ucapnya.

Pihaknya menyisir seluruh kawasan Pekalongan Timur untuk membersihkan APK yang tidak resmi. Dan ditemukan di banyak titik, APK yang berupa flayer, spanduk dan baliho tidak resmi terlihat terpasang. “Kami sudah keliling Pekalongan Timur. Kami menemukan banyak titik, namun materinya sedikit,” ucapnya.

Hampir di seluruh kawasan Pekalongan Timur banyak terpasang APK ilegal untuk semua paslon. Hanya satu area saja, yaitu Gamer yang tidak sama sekali, sedang paling banyak di Kauman dan Poncol. “Dari ketiga paslon, ada semua. Mulai dari stiker sampai spanduk. APK yang kami copot, akan disimpan di trantib. Timses paslon bisa mengambilnya,” tandasya. (han/ida)