SEMARANG – Meski beberapa kalangan sempat meragukan program 1.000 embung dapat terealisasi, Pemprov Jawa Tengah terus melakukan upaya untuk merealisasikannya. Selain dianggarkan melalui APBD Provinsi, program tersebut juga didukung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.

”Dari total 1.000 embung tersebut, 500 di antaranya diambil pusat. Terkait mana-mana saja yang akan diambil masih kami inventarisasi bersama dengan kabupaten/kota,” ungkap Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng Prasetyo Budie Yuwono ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa dari 1.000 embung itu, tidak semuanya bangunan baru. Sebagian di antaranya adalah revitalisasi atas embung-embung atau waduk yang lama yang saat ini nyaris tidak berfungsi disebabkan adanya sedimentasi, jaringan irigasi rusak, serta badan waduk atau embung bocor.

”Per akhir Agustus lalu, setidaknya ada 699 waduk atau embung yang telah terinventarisasi. Sebanyak 382 buah untuk pembuatan baru, 247 buah untuk rehabilitasi atau revitalisasi, sementara 70 buah akan dibuat long storage,” beber pria yang memiliki gelar Master of Engineering dari University of Roorkee India itu.

Pembangunan 1.000 embung tersebut, lanjut Budie, dibagi dalam tiga tahun. Pada 2016 akan dibangun sebanyak 200 buah. Pada 2017 akan dibangun 500 buah, dan pada 2018 akan dibangun 300 buah. Total anggaran dari PSDA sekitar Rp 325 miliar. ”Adapun dua embung yang telah dibangun beberapa waktu lalu di Purbalingga dan Tegal itu merupakan bantuan dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” terangnya.

Dengan beberapa tahapan tersebut, Budie mengaku optimistis program 1.000 embung dapat terlaksana. Menurut dia, secara konsep maupun anggaran telah disiapkan. Yang menjadi kendala di lapangan adalah mencari lahan atau tempat yang sesuai sekaligus proses pembebasan lahan. ”Kalau itu tanah bengkok, akan kita tukar guling sesuai mekanisme yang ada. Jika itu tanah milik warga, akan kita beli. Kita sudah siapkan uang untuk itu,” tandasnya menjawab keraguan kalangan dewan.