PENEMUAN CANDI: Sejumlah petugas dan arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional sedang mengekskavasi candi di Dusun Duduhan Mijen, Minggu (27/9) kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENEMUAN CANDI: Sejumlah petugas dan arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional sedang mengekskavasi candi di Dusun Duduhan Mijen, Minggu (27/9) kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENEMUAN CANDI: Sejumlah petugas dan arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional sedang mengekskavasi candi di Dusun Duduhan Mijen, Minggu (27/9) kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENEMUAN CANDI: Sejumlah petugas dan arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional sedang mengekskavasi candi di Dusun Duduhan Mijen, Minggu (27/9) kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MIJEN – Kota Semarang diperkirakan menjadi salah satu pintu masuknya peradaban Hindu Buddha di Jawa Tengah. Itu dibuktikan dengan adanya sebuah reruntuhan candi yang ditemukan di Dusun Duduhan, Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen. Bisa jadi, candi ini lebih tua dari Candi Dieng.

Pusat Penelitian Arkeologi Nasional sejak Jumat (25/9) lalu, sudah mulai mengekskavasi reruntuhan candi yang tertimbun tanah. Candi ini terletak di tengah kebun tanaman durian, salak dan mahoni milik Rubinah, 54. Hingga Minggu (27/9), bagian candi yang sudah terlihat adalah salah satu sudut, lantai dan bagian bawah badan candi.

Koordinator Tim Ekskavasi, Agustijanto Indradjaja mengungkapkan bahwa temuan tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat tentang keberadaan sebuah bangunan yang tertimbun tanah, menyerupai sebuah candi.