Menurutnya, mobil lansia didesain sedemikian rupa agar kursi roda bisa masuk ke mobil untuk memudahkan lansia. ”Kan banyak lansia yang membutuhkan kursi roda dalam aktivitas sehari-hari, tapi terkendala. Karena itulah, kami melayaninya dengan transportasi ini,” jelas Bimo.

Sebelum meninggalkan lokasi, Ita menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ke depannya akan ditingkatkan dengan mempertimbangkan kebutuhan lansia dan penyandang disabilitas. Seperti jalur khusus untuk penggunaan kursi roda dan lain sebagainya. ”Dalam visi misi kami juga telah tersusun Program Peningkatan Ruang Terbuka Publik. Program tersebut akan mendukung terciptanya kota yang ramah terhadap lansia,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ita juga menekankan agar sosialisasi layanan mobil lansia harus menyeluruh. Bukan hanya pada masyarakat perkotaan, tapi juga warga pinggiran agar layanan terhadap lansia menjangkau dan dapat dimanfaatkan semua masyarakat Semarang. (ric/ida/ce1)