KENDAL – Sosok mayat pemuda tanpa identitas ditemukan warga ditepi sawah Putat Gede, Kecamatan Ngampel. Pemuda itu diduga tewas dibunuh karena di tubuh korban terdapat luka memar punggung dan mulutnya mengeluarkan darah. Sontak saja, warga penasaran, dan mendatangi lokasi karena takut mayat pemuda sekitar berusia 17 tahun itu merupakan saudara.

Kali pertama mayat tersebut ditemukan Mulyadi, warga sekitar saat mau berangkat ke sawah untuk mengecek tanaman padinya. Ketika melintas, ia mengetahui mayat dalam kondisi tertelungkup. Ia sempat berusaha memanggil tapi ternyata tidak ada tanggapan. “Saya langsung minta bantuan warga dan melaporkan ke aparat desa setempat. Setelah itu dilaporkan ke kepolisian untuk dilakukan olah tempat kejadian perkara penemuan mayat,” ujar Mulyadi.

Warga sekitar, mengaku tidak ada yang mengetahui siapa korban tersebut. “Kami belum tahu, karena ditemukan tanpa idenitas. Warga desa ini tidak ada yang mengenali korban,” akunya.

Kepala Desa, Putat Gede, Supriyadi mengatakan, usai menerima kabar, dirinya langsung mengecek lokasi. Setelah memastikan korban tewas, ia langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke Polsek Pegandon. “Mayat tersebut bukan warga kami, jadi saya tidak mengenal. Tapi menurutnya Kamis (25/9) malam tidak ada hal mencurigakan. Baik suara baku hantam ataupun hal mencurigakan lainnya,” tandasnya.

Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah mengatakan jika hasil pemeriksaan diketahui korban adalah Rozikin, 19, warga Kelurahan Candiroto, Kecamatan Kendal Kota. “Dugaan mengarah kepada pembunuhan karena ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban yang diduga korban dianiaya terlebih dahulu sebelum dibunuh,” katanya.

Penyidik Polres Kendal, sudah memeriksa beberapa saksi, yakni saksi yang menemukan korban, dan keluarga korban. Mayat Rozikin langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soewondo Kendal untuk dilakukan otopsi. “Kami masih memeriksa alur korban terakhir yang diketahui oleh keluarga. Hal itu langkah utama untuk kami menemukan penyebab kematian korban. Korban terakhir pergi sama siapa. Jadi kami mohon kerjasama bagi masyarakat yang mengetahui agar melaporkannya kepada kami,” tambahnya.

Ciri-ciri korban, warna kulit sawo matang, rambut hitam pendek, tinggi badan 160 sentimeter, berat badan sekira 50 kilogram. Saat ditemukan korban masih mengenakan celana panjang jins tanpa baju.

Terpisah mayat tanpa identitas ditemukan warga di Kampung Blambangan RT 8 RW 3, Desa Kendaldoyong, Kecamatan Wonosalam. Jasad dengan ciri-ciri laki-laki, usia 60 tahun, tinggi badan 160 sentimeter dan kulit sawo matang tersebut ditemukan disamping rumah Sanusi, 50, warga setempat. Informasi yang dihimpun, sebelumnya korban diketahui singgah dirumah Masrini, warga Blambangan sekitar seminggu.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, kKorban saat itu menaiki sepeda ontel dengan membawa 2 dus berisi pakaian bekas. Pakaian itu sedianya akan dijual di pasar rakyat grebeg besar. Karena itu, korban sering pergi ke lokasi grebeg besar dilapangan Tembiring tersebut. Namun, dalam perkembangannya, korban diketahui telah meninggal dengan posisi tertelungkup disamping rumah warga tersebut. Untuk memastikan kondisi korban, aparat kepolisian langsung membawanya ke RSUD Sunan Kalijaga untuk divisum. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga, korban meninggal akibat kelelahan. “Tidak ada tanda kekerasan,”jelasnya.(hib) (bud/fth)