SEMARAK IDUL KURBAN: Ribuan warga Langenharjo mengikuti iring-iringan takbir keliling pada malam Idul Adha, Rabu (23/9) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMARAK IDUL KURBAN: Ribuan warga Langenharjo mengikuti iring-iringan takbir keliling pada malam Idul Adha, Rabu (23/9) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMARAK IDUL KURBAN: Ribuan warga Langenharjo mengikuti iring-iringan takbir keliling pada malam Idul Adha, Rabu (23/9) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMARAK IDUL KURBAN: Ribuan warga Langenharjo mengikuti iring-iringan takbir keliling pada malam Idul Adha, Rabu (23/9) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Sudah menjadi tradisi warga Kendal ketika menyambut Idul Adha. Malam lebaran besar itu, para pengurus Masjid Agung Kendal menggelar sunata masal. Tahun ini diikuti 109 nak. Selain itu mereka diarak keliling komplek masjid dengan menaikki becak hias.

Peserta sunatan Masal adalah anak-anak yang telah berumur kurang dari 12 tahun. Tak sedikit anak-anak yang merasa takut lantaran melihat temannya yanng sudah disunat menjerit histeris karena ketakutan. Hal itu membuat orang tua yang mendampingi sang anak harus memegang erat anaknya agar tidak berontak saat disunat.

“Peserta sunatan masal ini, tadinya ada 110 anak, tapi ada satu anak yang mengundurkan diri karena tidak hadir. Dari sekian peserta ada satu anak dari Kota Semarang,” Ujar Ubaidilah, ketua panitia khitanan masal Rabu (23/9) malam.