SUKA RELA: Anggota Komunitas Asa Edu bersama anak didiknya di Tambak Lorok, Semarang. (ARRIBATH SAKHA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SUKA RELA: Anggota Komunitas Asa Edu bersama anak didiknya di Tambak Lorok, Semarang. (ARRIBATH SAKHA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SUKA RELA: Anggota Komunitas Asa Edu bersama anak didiknya di Tambak Lorok, Semarang. (ARRIBATH SAKHA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SUKA RELA: Anggota Komunitas Asa Edu bersama anak didiknya di Tambak Lorok, Semarang. (ARRIBATH SAKHA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) tergabung dalam Komunitas Asa Edu. Mereka fokus memberikan pendidikan secara gratis kepada anak-anak Tambak Lorok, Semarang Utara. Seperti apa?

ARRIBATH SAKHA

TAMBAK Lorok adalah sebuah daerah pesisir yang berlokasi di sekitar Sungai Banger, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara. Di tempat inilah, berdiri sebuah komunitas bernama Asa Edu. Sebuah komunitas yang peduli terhadap pendidikan masyarakat di Tambak Lorok.

Hendra Wiguna, Koordinator Bidang Pendidikan Asa Edu menceritakan, awal mula terbentuknya komunitas ini karena dia dan teman-temannya mendapatkan tugas praktikum di Tambak Lorok. “Awalnya kami cuma praktikum dan survei-survei doang. Pikir kami, setelah dapat banyak ilmu tentang perikanan di Tambak Lorok, kita juga ingin berbagi ilmu lainnya dengan masyarakat setempat. Jadi, ada timbal baliknya,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.