BERKURBAN : Lima kades terdampak PLTU Batang menerima 9 ekor sapi kurban dari PLN, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERKURBAN : Lima kades terdampak PLTU Batang menerima 9 ekor sapi kurban dari PLN, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERKURBAN : Lima kades terdampak PLTU Batang menerima 9 ekor sapi kurban dari PLN, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERKURBAN : Lima kades terdampak PLTU Batang menerima 9 ekor sapi kurban dari PLN, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Lima desa terdampak proyek PLTU Batang, yang menerima 9 ekor sapi kurban dalam perayaan Idul Adha 2015 ini. Rinciannya, Desa Ujungnegoro sebanyak dua ekor sapi, Desa Ponowareng dua ekor sapi, Desa Karanggeneng dua ekor sapi, Desa Kedungsegog dua ekor sapi, dan Desa Wonokerso satu ekor sapi. Sapi tersebut diberikan langsung oleh Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jateng-Daerah Istimewa Jogyakarta, Wisnu Yulianto.
“Program Coorporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp 1 miliar untuk masyarakat terdampak PLTU Batang telah tuntas melalui tiga tahapan. Tahapan terakhir sebesar Rp 125 juta dibuatkan untuk Pos Kampling pada tiga desa, yakni di Desa Ponowareng, Karanggeneng dan Ujungnegoro,” kata Wisnu usai penyerahan 9 ekor sapi.
Namun, imbuhnya, pemberian 9 ekor sapi untuk lima desa, bukan bagian dari CSR sebesar Rp 1 miliar yang dijanjikan oleh Direktur Utama (Dirut) PLN, Sofyan Basir. Tapi lebih ke tanggung jawab sosial perusahaan.
“Semua usulan program CSR pada warga terdampak sudah kami realisasikan. Oleh karenanya, kami berharap CSR yang disalurkan PLN dapat bermanfaat bagi warga, termasuk pemberian 9 ekor sapi ini,” ungkap Wisnu.
Wisnu juga menegaskan rencananya PLN pada tahun depan akan kembali memberikan CSR pada masyarakat terdampak PLTU. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga hubungan baik dan menunjukkan kepedulian PLN pada masyarakat.
“Berapa nilai materi pada program CSR 2016, kami belum tahu. Karena program CSR adalah usulan dari desa pada area PLN setempat. Sekarang masih dalam batas penyusunan,” tegas Wisnu.
Sementara itu, Kepala Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Darsani, mengatakan bahwa pemberian 9 ekor sapi serta bantuan CSR lainnya dari PLN, tidak serta merta menjamin adanya penyelesaian sisa lahan PLTU yang belum dibebaskan. Apalagi hingga saat ini masih ada 67 warga pemilik lahan seluas 12,5 hektare yang belum bisa dibebaskan.
“Kami berharap CSR dari PLN terus berkesinambungan agar pemilik lahan yang belum bersedia melepaskan lahannya segera tergerak hatinya untuk mendukung pembangunan PLTU,” kata Darsani yang mewakili lima kades lainnya. (thd/ida)