DEMAK-Jajaran kepolisian Polres Demak dari Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) kemarin menggerebek sebuah kos-kosan di wilayah Kecamatan Mranggen. Ini setelah mendapati informasi dari masyarakat bahwa kos tersebut digunakan untuk pesta pil koplo.

Saat digerebek, polisi berhasil menangkap lima remaja yang diduga mengonsumsi pil koplo tersebut. Dua remaja itu diantaranya berperan sebagai pengedar pil koplo, yakni berinisial CA, 18, dan NA, 20. Sedangkan, remaja lainnya hanya pemakai.

Polisi juga mengamankan barang bukti (BB) berupa 1.830 pil koplo jenis dixtro dan trihexiphenidhyl. Selain dikonsumsi, ribuan obat terlarang yang masuk daftar G tersebut sedianya juga akan diedarkan di wilayah Demak.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, dalam kasus ini, CA dan NA tercatat belum memiliki pekerjaan tetap atau pengangguran. Mereka mengaku menggunakan pil koplo karena dinilai relatif ekonomis dan bisa dijangkau kalangan bawah untuk membelinya.

Karena itu, untuk kepentingan penyelidikan, obat terlarang tersebut dikirim ke laboratorium. Akibat perbuatannya itu, kelima remaja tersebut dijerat pasal 197 dan 198 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. “Kita lakukan penggerebekan ini setelah kita mendapati informasi masyarakat setempat, bahwa sekitar kos-kosan sering dipakai untuk penjualan obat-obatan tersebut. setelah kita gerebek kita temukan ribuan pil koplo tersebut,” ujarnya.

Kasatnarkoba AKP Sigit Pasono mengatakan, pihaknya tidak pandang bulu dalam menangani kasus narkoba termasuk penggunaan obat terlarang itu. Menurutnya, pihaknya akan menindak tegas siapapun yang berbuat atau terlibat dengan obat-obatan terlarang tanpa keahlian dan kewenangan. Sebab, mereka bukan tenaga medis atau kesehatan. “Narkoba akan merusak moral generasi penerus. Mari kita hindari narkoba,” katanya.(hib/zal)