UNGARAN – Ribuan umat Muhamadiyah di Kabupaten Semarang, melaksanakan sholat Idul Adha, kemarin. Kendati tergesa-gesa karena harus berangkat kerja maupun sekolah, pelaksanaannya berjalan lancar di alun-alun Bung Karno Ungaran.

Sebagai imam sekaligus khotib adalah KH Sidqon Maesur dari Petak, Kecamatan Susukan. Dalam kesempatan tersebut Sidqon menyampaikan, setiap hewan kurban ada pahala bagi mereka yang berkurban dan memakmurkan masjid itu juga berkurban. “Tanpa ada kesediaan berkurban maka tidak akan datang kejayaan masyarakat yang adil dan makmur, yang mendapat maghfirah dari Allah SWT,” tutur Sidqon.

Namun dalam pelaksanaan solat tersebut para jemaah sepertinya tergesa gesa untuk berangkat kerja dan sekolah. Banyak dari jamaah langsung pulang sebelum kutbah Idul Adha selesai. Sebagian ada yang mengeluh sebab tidak ada kelonggaran waktu bagi para pegawai negeri sipil. Sehingga banyak yang tergesa-gesa. “Seharusnya mereka diberi kelonggaran waktu kalau tidak libur ya diberi kelonggaran masuk kerja hingga jam 09.00. Kasihan mereka jadi tergesa gesa beribadah,” tutur anggota DPRD jateng dari PAN, Achsin Maruh yang melaksanakan ibadah di alun alun Bung Karno Ungaran, kemarin.

Sementara itu Kepala Dinas P dan K Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih menyatakan bahwa dirinya telah memberikan kelonggaran waktu bagi guru dan siswa yang akan menunaikan sholat Idul Adha pada Rabu kemarin. (tyo/fth)