Tercemar Limbah Pabrik

1100
TERCEMAR: Warga Desa Pasir, Kecamatan Mijen melakukan protes ditepi Sungai Wulan karena tercemar limbah pabrik dari wilayah Kudus. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
TERCEMAR: Warga Desa Pasir, Kecamatan Mijen melakukan protes ditepi Sungai Wulan karena tercemar limbah pabrik dari wilayah Kudus. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
TERCEMAR: Warga Desa Pasir, Kecamatan Mijen melakukan protes ditepi Sungai Wulan karena tercemar limbah pabrik dari wilayah Kudus. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
TERCEMAR: Warga Desa Pasir, Kecamatan Mijen melakukan protes ditepi Sungai Wulan karena tercemar limbah pabrik dari wilayah Kudus. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Warga yang bermukim di sepanjang Sungai Wulan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Karanganyar, Mijen dan Wedung mengeluh adanya pencemaran Sungai Wulan. Air sungai selama ini mengeluarkan bau tak sedap setiap saat, utamanya ketika air buangan dari pabrik di wilayah Kudus tersebut mengalir ke sungai yang berbatasan langsung dengan Demak, Kudus dan Jepara. Limbah pabrik tersebut juga telah merugikan masyarakat baik pemilih lahan pertanian maupun areal pertambakan.

Para petani dan petambak tidak bisa memanfaatkan air sungai. Bahkan, ikan yang dipelihara di tambak di wilayah Wedung mati terkena air limbah. Untuk mensikapi kondisi Sungai Wulan yang tercemar itu, kemarin, warga dan tokoh masyarakat Desa Pasir, Kecamatan Mijen melakukan aksi protes ditepi Sungai Wulan yang melintasi kampung penghasil bawang merah ini. Tampak pula Ketua Fraksi PKS, Kamzawi dan Danang Saputra dari Fraksi Partai Gerindra DPRD Demak.

Tokoh masyarakat Desa Pasir, Nasikun mengatakan, sungai Wulan sudah tercemar dalam kurun waktu 12 tahun terakhir. Tapi belum ada tindakan tegas dari pemerintah. Karena itu, warga pun bertahun-tahun lamanya telah merasakan pencemaran sungai tersebut, khususnya setiap musim kemarau. “Air hitam pekat dan mengeluarkan bau tidak sedap. Bila sebelumnya, warga bisa memanfaatkan untuk mandi dan mencuci, sekarang tidak bisa lagi. Untuk keperluan mandi dan minum harus beli air bersih dari Welahan Jepara. Harganya Rp 2 ribu perjerigen,”ujarnya.