POTENSIAL: Jawa Tengah punya pola pembinaan dan pembibitan yang bagus untuk atlet Peparnas, di antaranya dengan digelarnya Peparda secara rutin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Jawa Tengah punya pola pembinaan dan pembibitan yang bagus untuk atlet Peparnas, di antaranya dengan digelarnya Peparda secara rutin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Jawa Tengah punya pola pembinaan dan pembibitan yang bagus untuk atlet Peparnas, di antaranya dengan digelarnya Peparda secara rutin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Jawa Tengah punya pola pembinaan dan pembibitan yang bagus untuk atlet Peparnas, di antaranya dengan digelarnya Peparda secara rutin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Meskipun baru akan mengawali pelatda tahun depan, namun National Paralympic Committee (NPC) Jateng masih optimistis mampu juara umum dalam Pekan Paralimpik Nasiona (Peparnas) di Bandung, tahun 2016 mendatang.

”Menghadapi Peparnas 2016, kami menyiapkan 200 atlet. Mereka masih latihan desentralisasi, dan baru awal tahun 2016 mulai pelatda. Problem klasik kami masih soal dana. Apalagi NPC juga sudah lepas dari KONI. Tapi bertekad bisa mempertahankan gelar juara umum di Peparnas nanti,” kata Ketua NPC Jateng Budi Haryanto.

Menurut Budi, pada pekan olahraga bagi para atlet difabel tersebut, Jateng akan turun di 11 cabang dari 13 cabang yang dipertandingkan, yaitu atletik, panahan, angkat berat, bulutangkis, renang, tenis meja, futsal, voli duduk, catur, judo, sepakbola dan tenpin bowling.