PANITIA Pengawas (Panwas) Kecamatan Sambong, Blora kembali memanggil salah satu kepala desa (kades). Sebab, kades tersebut diduga melakukan kampanye mendukung pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati.

Hal itu disampaikan Ketua Panwas Kecamatan Sambong, Suyatno, di kantor Panwaskab Blora kemarin. Dia mengatakan, pihaknya sudah memanggil kades Sambong. Kades itu sudah diberikan sanksi berupa teguran dan peringatan oleh camat Sambong. Sebab, ikut berpartisipi dalam kampanye damai yang digelar KPU Blora beberapa waktu lalu.

“Saya sudah memanggil kades Sambong dan dia mengakui kalau dia salah. Hari ini (kemarin, Red) saya juga baru panggil camatnya untuk klarifikais terkait bawahannya itu,” ungkanya kemarin.

Dia mengaku, kades Sambong sudah diberi sanki oleh camat. Pihaknya tinggal menunggu laporannya. Pihaknya mengaku sudah menganggil kades dua kali. Yaitu pada 15 dan 16 September lalu. Tapi kades itu baru bisa hadir pada 16 September.

Untuk camat Sambong dipanggil panwaskab tiga kali. Pertama pada 16 September, tapi tidak datang dengan alasan sedang ada acara. Kedua 18 September, juga tidak datang tanpa alasan. Terakhir baru bisa datang pada tanggal (22/9) kemarin. “Kita panggil lurah 2 kali dan camat tiga kali,”tambahnya.

Setelah diklarifikasi Yatno mengaku kepala desa sambong sudah mengakui kesalahannya tersebut. Dia beralasan tidak tau aturannya dank arena suka dengan pasangan calon. “Lurah sudah mengakui, alasannya karena tiap kali mengajukan bantuan selalu cair, dan sudah menganggap pasangan calon tersebut saudara sendiri, dengan alasan itu camat memberikan sanksi teguran serta peringatan kepadanya,”imbuh laki-laki yang mengenakan kemja pendek ini.

Terpisah Kepala Desa Sambong Nyusito saat dihubungi mengaku telah menggerakkan masa untuk ikut meramaikan acara kampanye damai tersebut. Menurutnya itu adalah hal yang biasa. “Benar saya ditegur pak camat dan panwas, kalau lurah itu harus netral, itu biasa leh pak, dan saya tidak apa-apa dipanggil,”ungkapnya melalui telephone kemarin.

Kejadian ini berwal saat KPU meneyelenggarak kampanye damai bersama ketiga pasangan calon untuk keliling sebagian Kecamatan di Kabupaten Blora beberapa waktu yang lalu. Di perempatan sambong panwas mendapatkan kepala desa bersama warga ikut meramaikan kampanye tersebut di tengah jalan dan menyambut para pasangan calon tersebut dengan melambaikan tangan dan banner yang bertuliskan siap mendukung salah satu pasnagan calon.

Sebagai mana diataur dalam UU nomor 8 tahun 2015 pasal 69 keikut sertaan kepala desa dalam kampanye adalah sebuah larangan dan itu melanggar aturan yang berlaku.(sub/jpg/aro)