SIDAK LAYANAN : Anggota DPRD Kota Pekalongan melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Bendan Kota Pekalongan, Selasa (22/9) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK LAYANAN : Anggota DPRD Kota Pekalongan melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Bendan Kota Pekalongan, Selasa (22/9) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK LAYANAN : Anggota DPRD Kota Pekalongan melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Bendan Kota Pekalongan, Selasa (22/9) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK LAYANAN : Anggota DPRD Kota Pekalongan melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Bendan Kota Pekalongan, Selasa (22/9) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan kerap dikeluhkan pelayanannya, mendorong sejumlah anggota DPRD Kota Pekalongan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah sakit tersebut, Selasa (22/9) kemarin. Hasilnya, justru menemukan adanya alat kesehatan (Alkes) mangkrak atau tidak terpakai.

Dalam sidak yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Pekalongan, Ismet Inonu, tersebut menimbulkan rasa kecewa yang dalam bagi anggota dewan. Pasalnya, alat kesehatan artroskopi senilai Rp 3,7 miliar tersebut dibiarkan mangkrak selama satu tahun.

“Alat kesehatan itu pengadaannya dilakukan pada tahun 2014 lalu. Tapi tidak digunakan sampai sekarang. Berarti alat tersebut tidak tepat sasaran,” sesal politikus PDIP ini.

Menurut Ismed, seharusnya pengadaan alat kesehatan tersebut menyesuaikan kebutuhan rumah sakit. Sedangkan alat artroskopi tersebut merupakan seperangkat alat yang digunakan untuk dokter spesialis bedah tulang dalam melakukan operasi.